Sabtu, 18 Maret 2017

Tugas 1 Etika Profesi

1.         Karakter Tidak Beretika Dalam Kehidupan Sehari-hari

  • ·         Merokok di tempat umum

Banyak sekali peraturan – peraturan yang telah membahas mengenai pelarangan merokok di tempat umum seperti di kantor, kampus, alat transportasi dan lainnya. Tempat umum tersebut juga tentunya sudah terpasang display peringatan untuk dilarang merokok, tetapi nyatanya masih banyak orang-orang yang melanggarnya. Mereka tetap merokok di tempat umum yang sebenarnya sangat mengganggu orang-orang yang ada disekitarnya. Asap rokok yang terhirup oleh perokok pasif akan sangat berbahaya bagi kesehatannya, belum lagi abu rokok yang akan mengotori tempat umum tersebut.
  • ·         Tidak mengucapkan salam saat bertamu

Karakter ini sangat tidak dianjurkan di lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Saat kita akan bertamu sangat diwajibkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu untuk menghormati pemilik rumah. Terkadang misal jika kita sudah saling akrab dengan sesorang kita akan lupa untuk mengucapkan salam jika bertamu ke rumah orang tersebut dan langsung masuk saja ke dalam rumahnya. Karakter tersebut mencerminkan tidak menghargai seseorang.
  • ·         Membuang sampah sembarangan

Karakter ini mungkin yang paling sering dan mudah kita temui dalam kehidupan sehari – hari. Tanpa disadari kita pun juga sering melalukannya dalam kehidupan kita. Sudah banyak juga display peringatan untuk membuang sampah pada tempatnya, namun masih saja banyak orang yang melakukan membuang sampah sembarangan. Akibat dari membuang sampah sembarangan ini tentunya orang banyak sudah mengetahuinya diantaranya dapat mengakibatkan banjir dan menimbulkan bau yang tidak sedap di lingkungan sekitarnya. Meskipun begitu, tetap saja masih banyak orang yang melanggarnya. Sekarang di tempat umum sudah banyak sekali disediakan tempat sampah, bahkan sudah terpisah untuk sampah kering dan sampah basah jadi seharusnya tidak ada alasan lagi untuk membuang sampah sembarangan.
  • ·         Menggunakan gadget/alat komunikasi saat berbicara dengan orang lain

Karakter ini juga sering kita temui di zaman yang mulai berkembang saat ini. Banyak sekali saat orang sedang berbicara, tetapi lawan bicara nya asyik memainkan gadgetnya meskipun lawan bicara nya tersebut mendengarkan apa yang sedang dibicarakan. Karakter ini sangat tidak beretika, orang melakukan hal ini saat sedang mekukan komunikasi atau pembicaraan mereka sama saja tidak menghargai pembicaraan yang sedang dilakukan tersebut. Seharusnya jika sedang berbicara dengan orang lain kita harus fokus kepada lawan bicaranya dan tentunya mendengarkan pembicaraan dengan baik.
  • ·         Tempramental atau mudah emosi

Karakter ini juga lumayan sering kita tamui di kehidupan sehari-hari. Orang yang tempramental tentunya akan mudah emosi dan marah jika dia tidak senang dengan apa yang terjadi. Misalnya orang tersebut melanggar aturan lalu lintas dan ada orang lain yang menasihatinya, tetapi orang tersebut tidak terima dengan nasihatnya dan terpancing emosinya sehingga akan mudah sekali orang yang tempramental akan berbicara kasar dan tidak sopan terhadap orang lain. Karakter ini akan menimbulkan kerugiaan seperti akan terjadinya perselisihan  dan permusuhan dengan orang-orang dilingkungan kita.

 2.     Aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana Teknik Industri

  • ·         Tidak bertanggung jawab dengan tugasnya

Hal ini sangat tidak dianjurkan sekali dalam dunia bekerja. Dalam dunia bekerja kita sudah harus mempunyai komitmen atas tanggung jawab dari segala aktivitas kita. Tugas yang diberikan kepada kita tentunya sudah menjadi tanggung jawab kita untuk diselesaikan, karena jika kita lepas dari tnaggung jawab tersebut tentu dapat merugikan banyak orang lain dan juga tentunya merugikan perusahaan.
  • ·         Datang terlambat

Hal ini sering kita temui dalam dunia bekerja. Masih banyak pekerja – pekerja yang datang terlamabat atau tidak tepat waktu. Perusahaan tentunya sudah menetapkan aturan jam masuk kerja dan juga jam pulang kerja yang seharusnya wajib diikuti aturan tersebut oleh semua pekerja, tetapi masih banyak yang melanggarnya. Hal ini dapat menyebabkan kerugiaan seperti produktivitas menurun dan pekerjaan yang dilakukan tidak akan berjalan secara maksimal.
  • ·         Penyalahgunaan jabatan yang diberikan

Terkadang jabatan yang diberikan kepada pekerja dapat di salah gunakan. Misalnya jabatan tinggi yang diberikan kepada pekerja akan membuat pekerja tersebut akan sombong dan tinggi hati, dia akan bertindak sesuka hatinya tanpa mempedulikan bawahannya dan lebih berbahaya nya jika jabatan tinggi tersebut digunakan dengan menyalahi aturan perusahaan salah satu contohnya adalah korupsi. Hal tersebut sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan karena akan merugikan perusahaan dan tentu nya dirik kita sendiri.
  • ·         Tidak menghargai pendapat pekerja lain saat melakukan rapat

Seringkali saat sedang dilaksanakan nya rapat terjadinya perbedaan pendapat antara pekerja – pekerja yang mengikuti rapat. Terkadang ada saja pekerja yang tidak dapat menerima atau menghargai pendapat pekerja lain dengan kritik atau perkataan yang tidak semestinya. Tidak menghargai pendapat pekerja lainnya tentu akan menbuat kerugian rapat tersebut seperti tidak akan menemukan hasil mufakat yang diinginkan dan akan membuat jalannya rapat tidak akan berjalan dengan baik. Mengkritik pendapat orang lain boleh saja asal dengan sikap yang sopan dan santun serta memberikan solusi pastinya.
  • ·         Tidak menjaga privasi/rahasia perusahaan

Menjaga privasi perusahaan tentunya sangatlah penting karena biasanya privasi tersebut mengenai data – data penting serta cara – cara agar perusahaan tersebut selalu dapat berjalan dengan baik. Pekerja yang tidak dapat menjaga privasi perusahaan merupakan sudah termasuk aktivitas yang tidak beretika dalam dunia kerja karena dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan.

3.         Pentingnya memahami etika profesi untuk Sarjana Teknik Industri
            Etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulanmanusia di dalam kelompok sosialnya. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
            Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu mengerahkan segala kemampuan dan pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab. Dalam melaksanakan tugas yang melibatkan disiplin dan pengetahuan lain, Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Indutstri akan senatiasa menghormati dan menghargai keterlibatan mereka, dan akan selalu mendayagunakan disiplin Teknik Indutri dan Manajemen Industri akan dapat lebih dioptimalkan dalam upaya mencapai hasil terbaik. Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bertanggung jawab atas pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu berupaya agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya bagi perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem.

4.         Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII

  • ·         Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia

PATI merupakan suatu wadah pembinaan profesi para ahli teknik dalam pembangunan nasional, yang didirikan di Jakarta pada tanggal 25 Juni 1985. PATI berdiri berdasarkan Pancasila dan merupakan organisasi profesi keteknikan non-politik dan tidak berafiliasi dengan organisasi sosial. PATI didirikan dengan melaksanakan maksud untuk persatuan pembinaan profesi para ahli teknik dalam pembangunan nasional. Serta mengimpun segenap ahli teknik Indonesia dalam usaha meningkatkan produktifitas nasional. Sebelum terbentuknya PATI, Ahli Teknik Indonesia tidak memiliki wadah yang mampu menampung aspirasinya secara tepat guna. Melihat perkembangan infrastruktur tanah air yang mulai bangkit, maka kebutuhan akan hal ini sudah semakin mendesak. Ahli Teknik Indonesia membutuhkan organisasi sebagai sarana menggalang kesatuan dan persatuan ahli teknik.

  • ·         Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia

ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 November 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas keteknikan.
Tamatan/alumni TI & MI bekerja di berbagai sektor industri, pelayanan, perbankan, informasi, konsultasi, pemerintahan, maupun pendidikan dan penelitian. Batasan sektor tidak ada lagi bagi alumni TI & MI yang menunjukkan diterimanya disiplin ini sebagai pencerminan diterimanya sikap pikir dan cara pikir kesisteman bagi tujuan optimasi sumber daya.
bertujuan mencapai kemantapan peranan Sarjana dan Ilmu TI & MI maupun terapannya dalam pembangunan masyarakat pada umumnya dan khususnya pembangunan industri di Indonesia, demi mempercepat kesejahteraan bangsa. ISTMI bertujuan mengembangkan profesi TI & MI di Indonesai sehingga dapat berperan dalam peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya. Usaha Mencapai Tujuan Untuk mengusahakan tercapainya tujuan dengan berbagai upaya ke dalam dan ke luar dengan cara terbukan, demokratis serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

  • ·         Institute of Industrial and System Engineering

Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.

  • ·         Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) bertujuan untuk mengembangkan serta menerapkan ilmu Ergonomi dalam berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain yang menuntut pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) berfungsi sebagai wadah yang menghimpun, mengorganisasi sarjana, praktisi dan kelompok yang dalam kegiatan profesionalnya menggunakan serta menerapkan metode ergonomis.

  • ·         E-mailing List Group Komunitas Teknik Industri Indonesia

Grup milis ini adalah wadah terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untuk membangun dan mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri. Dalam melaksanakan program program KTII, 3 anggotanya, yaitu BKTI-PII, BKSTI dan ISTMI telah menandatangani Kesepahaman Bersama (MOU) pada tanggal 8 Juni 2014 untuk menyepakati kerjasama secara sinergis di 9 Program Utama.

Referensi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar