1. Karakter Tidak Beretika Dalam Kehidupan
Sehari-hari
- · Merokok di tempat umum
Banyak
sekali peraturan – peraturan yang telah membahas mengenai pelarangan merokok di
tempat umum seperti di kantor, kampus, alat transportasi dan lainnya. Tempat
umum tersebut juga tentunya sudah terpasang display peringatan untuk dilarang
merokok, tetapi nyatanya masih banyak orang-orang yang melanggarnya. Mereka
tetap merokok di tempat umum yang sebenarnya sangat mengganggu orang-orang yang
ada disekitarnya. Asap rokok yang terhirup oleh perokok pasif akan sangat
berbahaya bagi kesehatannya, belum lagi abu rokok yang akan mengotori tempat
umum tersebut.
- · Tidak mengucapkan salam saat bertamu
Karakter
ini sangat tidak dianjurkan di lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Saat
kita akan bertamu sangat diwajibkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu
untuk menghormati pemilik rumah. Terkadang misal jika kita sudah saling akrab
dengan sesorang kita akan lupa untuk mengucapkan salam jika bertamu ke rumah
orang tersebut dan langsung masuk saja ke dalam rumahnya. Karakter tersebut
mencerminkan tidak menghargai seseorang.
- · Membuang sampah sembarangan
Karakter
ini mungkin yang paling sering dan mudah kita temui dalam kehidupan sehari –
hari. Tanpa disadari kita pun juga sering melalukannya dalam kehidupan kita.
Sudah banyak juga display peringatan untuk membuang sampah pada tempatnya,
namun masih saja banyak orang yang melakukan membuang sampah sembarangan.
Akibat dari membuang sampah sembarangan ini tentunya orang banyak sudah
mengetahuinya diantaranya dapat mengakibatkan banjir dan menimbulkan bau yang
tidak sedap di lingkungan sekitarnya. Meskipun begitu, tetap saja masih banyak
orang yang melanggarnya. Sekarang di tempat umum sudah banyak sekali disediakan
tempat sampah, bahkan sudah terpisah untuk sampah kering dan sampah basah jadi seharusnya
tidak ada alasan lagi untuk membuang sampah sembarangan.
- · Menggunakan gadget/alat komunikasi saat berbicara dengan orang lain
Karakter
ini juga sering kita temui di zaman yang mulai berkembang saat ini. Banyak
sekali saat orang sedang berbicara, tetapi lawan bicara nya asyik memainkan
gadgetnya meskipun lawan bicara nya tersebut mendengarkan apa yang sedang
dibicarakan. Karakter ini sangat tidak beretika, orang melakukan hal ini saat
sedang mekukan komunikasi atau pembicaraan mereka sama saja tidak menghargai
pembicaraan yang sedang dilakukan tersebut. Seharusnya jika sedang berbicara
dengan orang lain kita harus fokus kepada lawan bicaranya dan tentunya
mendengarkan pembicaraan dengan baik.
- · Tempramental atau mudah emosi
Karakter
ini juga lumayan sering kita tamui di kehidupan sehari-hari. Orang yang
tempramental tentunya akan mudah emosi dan marah jika dia tidak senang dengan
apa yang terjadi. Misalnya orang tersebut melanggar aturan lalu lintas dan ada
orang lain yang menasihatinya, tetapi orang tersebut tidak terima dengan
nasihatnya dan terpancing emosinya sehingga akan mudah sekali orang yang
tempramental akan berbicara kasar dan tidak sopan terhadap orang lain. Karakter
ini akan menimbulkan kerugiaan seperti akan terjadinya perselisihan dan permusuhan dengan orang-orang
dilingkungan kita.
2. Aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja
sebagai seorang sarjana Teknik Industri
- · Tidak bertanggung jawab dengan tugasnya
Hal
ini sangat tidak dianjurkan sekali dalam dunia bekerja. Dalam dunia bekerja
kita sudah harus mempunyai komitmen atas tanggung jawab dari segala aktivitas
kita. Tugas yang diberikan kepada kita tentunya sudah menjadi tanggung jawab
kita untuk diselesaikan, karena jika kita lepas dari tnaggung jawab tersebut
tentu dapat merugikan banyak orang lain dan juga tentunya merugikan perusahaan.
- · Datang terlambat
Hal
ini sering kita temui dalam dunia bekerja. Masih banyak pekerja – pekerja yang
datang terlamabat atau tidak tepat waktu. Perusahaan tentunya sudah menetapkan
aturan jam masuk kerja dan juga jam pulang kerja yang seharusnya wajib diikuti
aturan tersebut oleh semua pekerja, tetapi masih banyak yang melanggarnya. Hal
ini dapat menyebabkan kerugiaan seperti produktivitas menurun dan pekerjaan
yang dilakukan tidak akan berjalan secara maksimal.
- · Penyalahgunaan jabatan yang diberikan
Terkadang
jabatan yang diberikan kepada pekerja dapat di salah gunakan. Misalnya jabatan
tinggi yang diberikan kepada pekerja akan membuat pekerja tersebut akan sombong
dan tinggi hati, dia akan bertindak sesuka hatinya tanpa mempedulikan
bawahannya dan lebih berbahaya nya jika jabatan tinggi tersebut digunakan
dengan menyalahi aturan perusahaan salah satu contohnya adalah korupsi. Hal
tersebut sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan karena akan merugikan
perusahaan dan tentu nya dirik kita sendiri.
- · Tidak menghargai pendapat pekerja lain saat melakukan rapat
Seringkali
saat sedang dilaksanakan nya rapat terjadinya perbedaan pendapat antara pekerja
– pekerja yang mengikuti rapat. Terkadang ada saja pekerja yang tidak dapat
menerima atau menghargai pendapat pekerja lain dengan kritik atau perkataan
yang tidak semestinya. Tidak menghargai pendapat pekerja lainnya tentu akan
menbuat kerugian rapat tersebut seperti tidak akan menemukan hasil mufakat yang
diinginkan dan akan membuat jalannya rapat tidak akan berjalan dengan baik.
Mengkritik pendapat orang lain boleh saja asal dengan sikap yang sopan dan
santun serta memberikan solusi pastinya.
- · Tidak menjaga privasi/rahasia perusahaan
Menjaga
privasi perusahaan tentunya sangatlah penting karena biasanya privasi tersebut
mengenai data – data penting serta cara – cara agar perusahaan tersebut selalu
dapat berjalan dengan baik. Pekerja yang tidak dapat menjaga privasi perusahaan
merupakan sudah termasuk aktivitas yang tidak beretika dalam dunia kerja karena
dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan.
3. Pentingnya memahami etika profesi
untuk Sarjana Teknik Industri
Etika
didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or
reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan
semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulanmanusia di dalam
kelompok sosialnya. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut
dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan
untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Dalam
melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya Sarjana Teknik Industri dan
Manajemen Industri akan selalu mengerahkan segala kemampuan dan pengalamannya
untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam keluhuran budi dan
kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab. Dalam melaksanakan
tugas yang melibatkan disiplin dan pengetahuan lain, Sarjana Teknik Industri
dan Manajemen Indutstri akan senatiasa menghormati dan menghargai keterlibatan
mereka, dan akan selalu mendayagunakan disiplin Teknik Indutri dan Manajemen
Industri akan dapat lebih dioptimalkan dalam upaya mencapai hasil terbaik.
Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bertanggung jawab atas
pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu berupaya
agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya bagi
perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem.
4. Jelaskan
dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain
PII
- · Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia
PATI
merupakan suatu wadah pembinaan profesi para ahli teknik dalam pembangunan
nasional, yang didirikan di Jakarta pada tanggal 25 Juni 1985. PATI berdiri
berdasarkan Pancasila dan merupakan organisasi profesi keteknikan non-politik
dan tidak berafiliasi dengan organisasi sosial. PATI didirikan dengan
melaksanakan maksud untuk persatuan pembinaan profesi para ahli teknik dalam
pembangunan nasional. Serta mengimpun segenap ahli teknik Indonesia dalam usaha
meningkatkan produktifitas nasional. Sebelum
terbentuknya PATI, Ahli Teknik
Indonesia tidak memiliki wadah yang mampu menampung aspirasinya secara tepat
guna. Melihat perkembangan infrastruktur tanah air yang mulai bangkit, maka
kebutuhan akan hal ini sudah semakin mendesak. Ahli Teknik Indonesia
membutuhkan organisasi sebagai sarana menggalang kesatuan dan persatuan ahli
teknik.
- · Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia
ISTMI sebagai
organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri
(MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 November 1986 di Jakarta. Kelahiran
organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah
diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun
sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas keteknikan.
Tamatan/alumni TI & MI bekerja di berbagai sektor industri, pelayanan, perbankan, informasi, konsultasi, pemerintahan, maupun pendidikan dan penelitian. Batasan sektor tidak ada lagi bagi alumni TI & MI yang menunjukkan diterimanya disiplin ini sebagai pencerminan diterimanya sikap pikir dan cara pikir kesisteman bagi tujuan optimasi sumber daya. bertujuan mencapai kemantapan peranan Sarjana dan Ilmu TI & MI maupun terapannya dalam pembangunan masyarakat pada umumnya dan khususnya pembangunan industri di Indonesia, demi mempercepat kesejahteraan bangsa. ISTMI bertujuan mengembangkan profesi TI & MI di Indonesai sehingga dapat berperan dalam peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya. Usaha Mencapai Tujuan Untuk mengusahakan tercapainya tujuan dengan berbagai upaya ke dalam dan ke luar dengan cara terbukan, demokratis serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
Tamatan/alumni TI & MI bekerja di berbagai sektor industri, pelayanan, perbankan, informasi, konsultasi, pemerintahan, maupun pendidikan dan penelitian. Batasan sektor tidak ada lagi bagi alumni TI & MI yang menunjukkan diterimanya disiplin ini sebagai pencerminan diterimanya sikap pikir dan cara pikir kesisteman bagi tujuan optimasi sumber daya. bertujuan mencapai kemantapan peranan Sarjana dan Ilmu TI & MI maupun terapannya dalam pembangunan masyarakat pada umumnya dan khususnya pembangunan industri di Indonesia, demi mempercepat kesejahteraan bangsa. ISTMI bertujuan mengembangkan profesi TI & MI di Indonesai sehingga dapat berperan dalam peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya. Usaha Mencapai Tujuan Untuk mengusahakan tercapainya tujuan dengan berbagai upaya ke dalam dan ke luar dengan cara terbukan, demokratis serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.
- · Institute of Industrial and System Engineering
Institute
of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi
semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat
dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948
dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama
ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota
termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi
regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika
Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.
- · Perhimpunan Ergonomi Indonesia
Perhimpunan
Ergonomi Indonesia (PEI) bertujuan untuk mengembangkan serta menerapkan ilmu
Ergonomi dalam berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain
yang menuntut pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan
hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk
menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi
peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) berfungsi sebagai wadah yang menghimpun, mengorganisasi sarjana, praktisi dan kelompok yang dalam kegiatan profesionalnya menggunakan serta menerapkan metode ergonomis.
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) berfungsi sebagai wadah yang menghimpun, mengorganisasi sarjana, praktisi dan kelompok yang dalam kegiatan profesionalnya menggunakan serta menerapkan metode ergonomis.
- · E-mailing List Group Komunitas Teknik Industri Indonesia
Grup milis ini adalah wadah
terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media
komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi
profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan Kejuruan
Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama
Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana
Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untuk membangun dan
mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri. Dalam melaksanakan program
program KTII, 3 anggotanya, yaitu BKTI-PII, BKSTI dan ISTMI telah
menandatangani Kesepahaman Bersama (MOU) pada tanggal 8 Juni 2014 untuk
menyepakati kerjasama secara sinergis di 9 Program Utama.
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar