MAKALAH ILMU
BUDAYA DASAR
“MANUSIA DAN KEBUDAYAAN”
NAMA : NOUFAL RAMADHAN
NPM : 36413503
KELAS : 1ID06
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Apipudin S.Th.I.,MA.Hum
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa saya penulis panjatkan kepada junjungan Nabi besar
Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para umatnya yang insyaallah
setia sampai akhir jaman. Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya
Dasar. Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari
berbagai pihak, saya telah berusaha untuk dapat memberikan serta mencapai hasil
yang semaksimal mungkin dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam
pembuatannya saya menghadapi berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu
pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.
Oleh sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Apipudin selaku dosen pembimbing Ilmu
Budaya Dasar. Saya yakin dengan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
wawasan bagi pembaca karena makalah ini cukup baik dan lengkap. Semoga apa yang
disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun
pihak lain yang berkepentingan.
Jakarta, 20
Januari 2014
Penulis
I.
LATAR BELAKANG
Manusia
dalam kesehariannya tidak akan lepas dari kebudayaan karena manusia adalah
pencipta dan pengguna kebudayaan itu sendiri. Manusia hidup karena adanya
kebudayaan, sementara itu kebudayaan akan terus hidup dan berkembang manakala
manusia mau melestarikan kebudayaan dan bukan merusaknya. Manusia dan
kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena dalam kehidupannya
tidak mungkin tidak berurusan dengan hasil-hasil kebudayaan setiap hari manusia
melihat dan menggunakan kebudayaan.
Rasa
saling menghormati dan menghargai akan tumbuh apabila antar sesama manusia
menjujung tinggi kebudayaan sebagai alat pemersatu kehidupan, alat komunikasi
antar sesama dan sebagai ciri khas suatu kelompok masyarakat. Kebudayaan
berperan penting bagi kehidupan manusia dan menjadi alat untuk bersosialisasi
dengan manusia yang lain dan pada akhirnya menjadi ciri khas suatu kelompok
manusia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan alat sebagai jembatan yang
menghubungkan dengan manusia yang lain yaitu kebudayaan.
II.
DEFINISI
a. Manusia
Secara
bahasa manusia berasal dari kata “manu”(sansekerta), “mens”(latin) yang berarti
berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk
lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta,
sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok(genus) atau seorang individu.
Manusia
adalah makhluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara makhluk
material dan makhluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena
manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Pengertian manusia menurut para ahli:
- Nicolaus D. & A. Sudiarja
Manusia
adalah bhineka tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan
tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
- Abineno J. I
Manusia
adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang
terbungkus dalam tubuh yang fana”.
- Upanisads
Manusia
adalah kombinasi dari unsur-unsur roh, jiwa, pikiran, dan prana atau badan
fisik.
- Sokrates
Manusia
adalah makhluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan
lebar.
- Kees Bertens
Manusia
adalah suatu makhluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak
dinyatakan.
- I Wayan Watra
Manusia
adalah makhluk yang dinamis dengan trias dinamikanya yaitu cipta, rasa dan
karsa.
- Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany
Manusia
adalah makhluk yang paling mulia, manusia adalah makhluk yang berpikir,
dan manusia adalah makhluk yang
memiliki 3 dimensi(badan, akal, ruh).
- Erbe Sentanu
Manusia
adalah makhluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya bahkan bisa dibilang manusia adalah
ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lain.
- Paula J. C & Janet W.K
Manusia
adalah makhluk terbuka , bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung
jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola
berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan
b. Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan
masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang
dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai
sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi lain yang kemudian
disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink kebudayaan
mengandung keseluruhan pengertian nilai social, norma sosial, ilmu pengetahuan
serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius dan lain-lain., tambahan
lagi segala pernyataan intelektual dan artistic yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor kebudayaan
merupakan keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain
yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat
diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi
tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam
pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat
abstrak.
III.
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Manusia merupakan makhluk yang paling
sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan
tanggung jawab untuk mengelola bumi. Secara sederhana hubungan antara manusia
dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan
merupakan obyek yang dilaksanakan oleh manusia. Manusia menciptakan kebudayaan
dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia.
Menjadi manusia yang berbudaya harus memiliki ilmu pengetahuan, teknologi,
budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi sebagai suatu hubungan yang
saling menyatu..Kebudayaan memiliki kaitan yang sangat erat dimana manusia
membuat suatu kebudayaan dan kebudayaan merupakaan objek yang dilaksanakan
manusia sehingga agar kedua kaitan atau hubungan tersebut berjalan dengan
selaras, serasi, dan seimbang perlu ada konsistensi dari keduanya. Manusia
harus patuh terhadap peraturan yang dibuatnya sendiri karena kebudayaan itu
sendiri merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.
IV.
KESIMPULAN
Manusia hidup karena ada kebudayaan, sementara
kebudayaan akan terus berkembang sebagaimana manusia mau melestarikan
kebudayaan dan bukan merusaknya. Manusia dan kebudyaan tidak dapat dipisahkan
satu sama lain, karena dalam kehidupan manusia tidak mungkin tidak berurusan
dengan hasil-hasil kebudayaan, setiap hari manusia melihat dan menggunakan
kebudayaan bahkan kadang disadari atau tidak manusia merusak kebudayaan. Maka
sebagai manusia yang berbudaya kita harus mampu untuk terus dan tetap berbudaya
sebagaimana hakikat kita sebagai manusia.
