Sabtu, 17 Januari 2015

Tugas 4 Lingkungan Miskin atau Terbelakang di Berbagai Negara

           Negara Miskin atau Terbelakang adalah negara yang tidak mampu berdiri sendiri karena tidak memiliki sistem ekonomi yang dapat memenuhi dan menstabilkan tingkat perekonomian negaranya sehingga dapat memengaruhi keadaan kehidupan masyarakat di negaranya. Selain itu, negara terbelakang memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi dan terjadi hampir di seluruh wilayah negaranya. Menurut Paul Hoffman, menggambarkan keadaan suatu negara terbelakang dalam suatu ungkapan sebagai berikut: setiap orang dapat memahami suatu negara terbelakang apabila ia melihatnya. Ia adalah suatu negara yang ditandai oleh kemiskinan, kota yang dipadati oleh pengemis dan penduduk desa yang sulit untuk mencari nafkah di kampung halamannya sendiri. Ia adalah suatu negara yang jarang memiliki suatu industri, seringkali dengan persediaan tenaga dan listrik yang tidak memadai. Negara seperti itu biasanya tidak memiliki jalan raya dan jalan kereta api yang cukup, pemerintah belum dapat memberikan pelayanan yang memadai dan komunikasi yang ada biasanya buruk. Rumah sakit dan lembaga pendidikan tinggi sangat sedikit.

1. Malawi

Lokasi: Afrika Selatan, Zambia timur
Populasi: 13.603.181
PDB per kapita: $ 600 (2006 est)

Dipimpin oleh presiden Kamuzu Banda selama 30 tahun pertama sejak kemerdekaan. Tapi, kemudian pada tahun 1990-an lembaga demokratis memegang kendali, Presiden Banda kalah dalam pemilu pada 1994 dan Bakili Muluzi menggantikan posisinya, namun pemerintahan dibawah Muluzi jauh lebih terbuka, dan menyebabkan Korupsi, kemiskinan dan HIV-AIDS yang tinggi, menghambat perkembangan dan memupuk ketidakpuasan dengan pemerintah baru. Hal ini menyebabkan perekonomian Malawi semakin merosot, Malawi didesak oleh badan-badan keuangan dunia untuk membebaskan ekonomi, yang telah memiliki banyak diprivatisasi negara yang menjalankan korporasi. Sumber perekonomian Malawi sebagian besar bergantung pada pertanian subsisten, namun situasi pasokan makanan tidak stabil ditambah dengan negara yang rentan terhadap bencana alam. Lebih dari separuh populasi hidup di bawah garis kemiskinan.Bergerak berada di bawah cara untuk mengeksploitasi cadangan uranium untuk meningkatkan penghasilan. Setiap tahun, puluhan ribu penduduk Malawi meninggal karena AIDS. Sempat dijalankan program untuk mengatasinya di tahun 2004, namun belum ada kemajuan yang berarti.

2. Somalia

Lokasi: Afrika Timur, berbatasan dengan Teluk Aden dan Samudera Hindia, sebelah timur Ethiopia
Populasi: 9.118.773
PDB per kapita: $ 600 (2006 est)

Somalia berdiri pada tahun 1960 ketika dua wilayah bergabung. Wilayah Somalia merupakan protektorat Inggris dan mantan koloni Italia. Sejak berdiri, perkembangannya sangat lambat. Hubungan dengan tetangga telah memburuk akibat klaim teritorial pada daerah yang dihuni Somalia dari Ethiopia, Kenya dan Djibouti. Pada tahun 1970 Barre memproklamasikan negara sosialis, membuka jalan bagi hubungan erat dengan Uni Soviet. Pada tahun 1991 Presiden Barre digulingkan dengan melawan klan. Tapi mereka gagal menyepakati pengganti dan menjerumuskan negara ke dalam hukum dan perang suku. Pemberontakan dan pembajakan marak, menyebabkan jumlah kematian yang tinggi, akibat kelaparan dan peperangan.
· Dalam perkembangannya, Somalia disebut sebagai;
· Tempat krisis kemanusiaan terburuk Afrika: kelaparan dan kematian tinggi.
· Tidak ada pemerintah yang efektif sejak tahun 1991.
·  Milisi Islam dan PBB yang didukung pemerintahan transisi bersaing untuk kontrol Negara.
· Negara memproklamirkan diri Somalil and dan Puntland wilayah menjalankan urusan mereka sendiri

3. Kongo

Lokasi: Afrika Tengah, timur laut Angola
Populasi: 65.751.512
PDB per kapita: $ 700 (2006 est)

Sekitar 70% dari 3,6 juta penduduk negara yang kaya minyak ini masih hidup di bawah garis kemiskinan walaupun perdamaian telah dirasakan sejak 7 tahun silam. Hingga 1992, Kongo dikuasai satu partai namun sistim multi-partai pun ditandai dengan bangkitnya para milisi bersenjata yang menjerumuskan negeri itu ke dalam pusaran perang saudara. Kongo merupakan negara produsen minyak keempat atau kelima terbesar di sub-sahara Afrika. Kongo yang pernah dicap berbagai lembaga keuangan internasional sebagai salah satu negara penghutang terbesar dunia itu kini menerima manfaat dari program Inisiatif Negara-Negara Miskin Penghutang Terbesar (HIPCI). Kelompok-kelompok hak azasi manusia dunia mendorong Pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraannya.

4. Timor Leste

Lokasi: Asia tenggara, barat laut Australia di Kepulauan Sunda Kecil di ujung timur kepulauan Indonesia; catatan - Timor Timur termasuk bagian timur pulau Timor, Oecussi (Ambeno) wilayah di bagian barat laut pulau Timor, dan pulau-pulau Atauro dan pulaupulau Jaco
Populasi: 1.084.971
PDB per kapita: $ 800 (2005 est)

Setelah kemerdekaannya di tahun 2002, penduduk menderita beberapa kekejaman terburuk zaman modern. Sebuah laporan independen yang ditugaskan oleh pemerintahan transisi PBB di Timor Timur mengatakan bahwa setidaknya 100.000 orang Timor meninggal pada konflik tersebut. Sebagai salah satu negara termiskin di Asia, Timor Timur bergantung pada bantuan dari luar selama bertahun-tahun. Infrastruktur yang miskin dan negara ini rawan kekeringan. Namun, minyak lepas pantai dan ladang gas di Laut Timor memiliki banyak potensi. Timor Timur dan Australia telah sepakat untuk berbagi pendapatan dari cadangan minyak tersebut. Sebagai bagian dari kesepakatan, keputusan di perbatasan maritim yang disengketakan di daerah itu ditunda. Saat ini, Timor Leste sedang mencoba untuk mendorong rekonsiliasi nasional.

5. Afghanistan

Lokasi: Asia Selatan, utara dan barat Pakistan, timur Iran
Populasi: 31.889.923 (Juli 2007 est)
PDB per kapita: $ 800 (2004 est)


Afghanistan telah mengalami ketidakstabilan kronis seperti dan konflik selama sejarah modern, dan membangun ekonomi dan infrastruktur dari reruntuhan, dan banyak dari rakyatnya pengungsi. Sejak jatuhnya pemerintahan Taliban pada 2001, penganut gerakan garis keras Islam telah kembali dikelompokkan. Sekarang kekuatan bangkit kembali, khususnya di wilayah selatan dan timur. Posisi Afghanistan strategis di sepanjang "Jalan Sutera" kuno (antara Timur Tengah, Asia Tengah dan anak benua India) menyebabkan Afghanistan menjadi rebutan. Tapi dunia luar akhirnya kehilangan minat setelah penarikan pasukan Soviet, sementara perang berkepanjangan sipil negara ini berlarut-larut. Dan menyebabkan rakyatnya ada dalam belenggu kemiskinan. Ekonomi Afghanistan didukung oleh industry obat. Negara ini memasok lebih dari 90% dari opium dunia, bahan baku heroin.

Tugas 3 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berkaitan dengan Teknik Industri

A.      Perkembangan Teknologi Industri di Indonesia
         Banyak negara berkembang pada saat ini sebagaimana haInya negara maju semakin menyadari bahwa pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah merupakan bagian dari pembangunan nasionalnya. Oleh karena itu nerara-negara berkembang termasuk Indonesia saling berpacu dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan .teknologi bagi pembangunan industri nasionalnya. Upaya yang mereka lakukan saat ini lebih ditekankan kepada peningkatan daya saing dalam rangka membuka akses menuju pasar internasional (market pull production).
Semakin ketatnya persaingan antar industri di dunia melalui perkembangan teknologi ternyata sistem perekonomian duniapun mengalami pergeseran menuju terbentuknva sistem ekonomi global. Implementasi dari sistem ekonomi global tersebut yaitu terbentuknya pasar tunggal seperti Amerika bagian Utara Eropa dan Asia - Pasifik. Sistem ekonomi global ini di satu sisi meningkatkan volume permintaan dan menimbuIkan perluasan besar. akan tetapi di sisi lain juga menuntut persaingan yang semakin ketat antar produsen dalam memasuki pasar tersebut.
     Globalisasi sistem perekonomian ini mau tidak mau akan memberikan dampak tersendiri dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yanp pesat dan canggih. Untuk menghasilkan produk yang kompetitif dari segi harga mutu dan waktu penyerahan sudah barang tentu produsen/industri perlu menguasai teknologi yang dibutuhkan dengan dukungan berbagai fasilitas litbang yang memadai dan tangguh.
      Berbicara mengenai masalah penguasaan teknologi, BPP Teknologi berpendapat bahwa teknologi identik dengan industri. Oleh karena itu kalau kita ingin menguasai teknologi dalam bertagai bidang, maka kitapun tidak boleh lupa terhadap perkembangan industrinya sendiri.

B.       Kebijakan Perkembangan Industri dan Teknologi di Indonesia
           Kebijaksanaan pemerintah dalam rangka penguasaan teknologi merupakan alat yang ampuh di dalam mewujudkan program industrialisasi nasional seperti yang telah ditetapkan dalam GBHN dimana pada akhirnya melalui program industrialisasi dan keterampilan yang dimiliki akan dapat menghantarkan bangsa Indonesia ke dalam penemuan-penemuan baru baik "product technology", "manufacturing technology" maupun "production process technology".
Peranan pembangunan industri yang sangat besar di dalam perkembangan dan pertumbuhan pembangunan selanjutnya maka pembangunan industri haruslah merupakan usaha terpadu guna memantapkan proses industrialisasi dalam arti seluas-luasnya.
     Dalam usaha mengembangkan pemikiran dalam menentukan dan prioritas industri yang akan dikembangkan di Indonesia, maka pangkal tolak yang dipergunakan selain penekanan ke arah sasaran yang telah ditetapkan dalam GBHN juga memperhatikan persoalan ekonomi yang dihadapi saat ini, yaitu: pertama, kendala kelangkaan sumber daya dana; kedua, mendesaknya penciptaan lapangan kerja produktif bagi angkatan kerja yang semakin bertambah.
Oleh karenanya pola pengembangan industri nasional ini dalam pelaksanaannya dapat didekati dengan beberapa pendekatan pengembangan industri.

C.   Industri Kreatif yang Sangat Erat dengan Teknologi
      Dampak dari IPTEK selain dari yang telah kita ketahui diatas, ternyata melahirkan industri kreatif. Berikut ini adalah uraian dari industri kreatif yang muncul akibat adanya perkembangan pengetahuan dan teknologi:
1.        Periklanan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan, riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak dan elektronik.
2.     Arsitektur kegiatan kreatif yang berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi produksi antaralain: arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, dokumentasi lelang, dan lain-lain.
3.    Pasar seni dan barang antik kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan perdagangan, pekerjaan, produk antik dan hiasan melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet.
4.      Kerajinan kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi dan distribusi produk kerajinan antara lain barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, aksesoris, pandai emas, perak, kayu,kaca, porselin, kain, marmer, kapur, dan besi.
5.        Desain kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, interior, produk, industri, pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan.

6.      Desain fashion kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fashion, serta distribusi produk fashion. Sebagai contoh Batik.

Jumat, 09 Januari 2015

Tugas 2 | Sosial Masyarakat Desa

Di dalam kehidupan masyarakat pedesaan Indonesia memiliki sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan memiliki mata pencaharian sebagai petani. Pekerjaan-pekerjaan yang di luar pertanian merupakan pekerjaan sambilan yang biasa mengisi waktu luang. Masyarakat pedesaan di Indonesia bersifat homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya. Selain itu, kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia identik dengan dengan istilah gotong-royong yang merupakan kerja sama untuk mencapai kepentingan-kepentingan mereka. Kerja bakti itu ada dua macam, yaitu kerja sama untuk pekerjaan-pekerjaan yang timbul dari inisiatif warga masyarakat itu sendiri, dan kerja sama untuk pekerjaan-pekerjaan yang timbulnya tidak dari inisiatif warga itu sendiri. Kemudian di dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia juga terdapat beberapa gejala-gejala sosial yang sering di istilahkan dengan konflik (pertengkaran), kontraversi (pertentangan), kompetisi (persiapan), kegiatan pada masyarakat pedesaan, dan sistem nilai budaya petani di Indonesia. Sistem nilai budaya petani Indonesia antara lain para petani di Indonesia terutama di pulau jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, dan kesesengsaraan. Tetapi itu semua tidak berarti bahwa mereka harus menghindari hidup yang nyata dan menghindarkan diri dengan bersembunyi di dalam kebatinan atau dengan bertapa, bahkan sebaliknya wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas berlaku prihatin dan kemudian sebaik-baiknya dengan penuh usaha dan ikhtiar. Lalu, mereka juga beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadang untuk mencapai kedudukannya.

Setiap melaksanakan kegiatan lapangan di sengaja atau tidak kita selalu berhubungan dengan masyarakat baik daerah itu pedesaan atau perkotaan secara langsung dan tak langsung mau tak mau kita mesti harus berhubungan dengan masyarakat desa/kota.untuk itu kita harus membenahi diri dengan pengetahuan tentang desa dan masyarakat secara praktis. jika telah mempelajarinya tentang desa dan masyarakat nya tentu kita akan mudah untuyk beradaptasi melaksanakan penyesuaian dalam kehidupan sosial mereka . masyarakat desa atau unsur penyesuain terdiri dari unsur unsur yang berbeda sehinga perlu di pelajari untuk mencapai suatu pola kehidupan yang serasi yang menjadikan kita dapat di terima di masyarakat , tetapi semuanya tidak lepas dari kepandaian atau kecerdasaan kemampuan sikap kejujuran kita sendiri sehingga tujuan kita dapat tercapai dan tidak mendapatkan suatu hal yang merugikan (membahayakan diri).

Ciri ciri sosial masyarakat desa adalah sebagai berikut :
o    hubungan warganya sangat erat
o    sistem kehidupan kelompok berdasarkan sistem kekeluargaan
o    pada umumnya hidup dari hasil pertanian
o    cara bertani belum mengenal mekanisme pertanian
o    golongan orang tua memegang peranan penting karena itu sukar mengadakan perubahan perubahan yang            nyata pada umumnya golongan tua di golongkan pada tradisi yang kuat mereka ini di sebut pimpinan formal
o    sistem pengendali sosial sangat kuat sehingga perkembangan jiwa individu sangat sukar di kembangkan
o    rasa persaudaraan yang sangat kuat sekali anatara warganya saling mengenal dan saling menolong


Tugas 1 | Sosial Masyarakat Kota

Beberapa ciri sosial kehidupan masyarakat kota, antara lain:
Pelapisan Sosial Ekonomi
Perbedaan tingkat pendidikan dan status sosial dapat menimbulkan suatu keadaan yang heterogen. Heterogenitas tersebut dapat berlanjut dan memacu adanya persaingan, lebih-lebih jika penduduk di kota semakin bertambah banyak dan dengan adanya sekolah-sekolah yang beraneka ragam terjadilah berbagai spesialisasi di bidang keterampilan ataupun di bidang jenis mata pencaharian.
Individualisme
Perbedaan status sosial-ekonomi maupun kultural dapat menimbulkan sifat “individualisme”. Sifat kegotongroyongan yang murni sudah sangat jarang dapat dijumpai di kota. Pergaulan tatap muka secara langsung dan dalam ukuran waktu yang lama sudah jarang terjadi, karena komunikasi lewat telepon sudah menjadi alat penghubung yang bukan lagi merupakan suatu kemewahan. Selain itu karena tingkat pendidikan warga kota sudah cukup tinggi, maka segala persoalan diusahakan diselesaikan secara perorangan atau pribadi, tanpa meminta pertimbangan keluarga lain.
Toleransi Sosial
Kesibukan masing-masing warga kota dalam tempo yang cukup tinggi dapat mengurangi perhatiannya kepada sesamanya. Apabila ini berlebihan maka mereka mampu akan mempunyai sifat acuh tak acuh atau kurang mempunyai toleransi sosial. Di kota masalah ini dapat diatasi dengan adanya lembaga atau yayasan yang berkecimpung dalam bidang kemasyarakatan.
Jarak Sosial
Kepadatan penduduk di kota-kota memang pada umumnya dapat dikatakan cukup tinggi. Biasanya sudah melebihi 10.000 orang/km2. Jadi, secara fisik di jalan, di pasar, di toko, di bioskop dan di tempat yang lain warga kota berdekatan tetapi dari segi sosial berjauhan, karena perbedaan kebutuhan dan kepentingan.
Pelapisan Sosial
Perbedaan status, kepentingan dan situasi kondisi kehidupan kota mempunyai pengaruh terhadap sistem penilaian yang berbeda mengenai gejala-gejala yang timbul di kota. Penilaian dapat didasarkan pada latar belakang ekonomi, pendidikan dan filsafat. Perubahan dan variasi dapat terjadi, karena tidak ada kota yang sama persis struktur dan keadaannya.
Suatu hal yang perlu ditambahkan sebagai penjelasan ialah pengertian mengenai istilah“neighborhood”. Dalam pengertian “neighborhood” terkandung unsur-unsur fisis dan sosial, karena unsur-unsur tersebut terjalin menjadi satu unit merupakan satu unit tata kehidupan di kota. Unsur-unsurnya antara lain gedung-gedung sekolah, bangunan pertokoan, pasar, daerah-daerah terbuka untuk rekreasi, jalan kereta api, jalan mobil dan sebagainya. Unsur-unsur tersebut menimbulkan kegiatan dan kesibukan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, sesungguhnya “neighborhood” ini sudah tidak merupakan hal baru bagi kita.