Sabtu, 18 Maret 2017

Tugas 2 Etika Profesi

Jelaskan berbagai organisasi profesi beserta kode etik profesinya yang relevan dengan bidang teknik industri baik regional maupun global (Minimal 5)

1.         Persatuan Insinyur Indonesia
            Prinsip Dasar
              Mengutamakan keluhuran budi.
  Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
  Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
 Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

Warna

            Warna dasar diambil orange, yaitu suatu warna yang diperoleh dari warna merah dan kuning, sehingga efeknya adalah lebih terang dari merah, tetapi lebih lembut dari kuning. Orange terletak di daerah setengah terang, sedangkan putih terletak di daerah terang sekali, sehingga kombinasi orange dengan putih pada lingkaran luar menghasilkan warna yang kontras tetapi tetapi tetap lembut. Untuk memberikan kontras kepada kedua kombinasi itu, maka warna hitam dimunculkan, sehingga secara keseluruhan tercapailah kombinasi warna yang harmonis. Dilihat dari pemaknaan warna, maka putih berarti suci atau keluhuran budi. Kombinasi warna tersebut melambangkan dinamika PII dengan keluhuran budi dan penuh kepercayaan dalam berkarya.

Filosofi
Ditinjau secara keseluruhan, maka kombinasi bentuk dan warna di atas mencapai keseimbangan yang harmonis, dan merupakan suatu komposisi bentuk dan warna yang seimbang, yang senantiasa dapat diletakkan di atas latar belakang dengan warna apapun tanpa mengurangi nilai dan artinya. Tafsiran secara lebih luas, bahwa PII berdiri teguh di atas kaki sendiri, berbakti untuk kemajuan bangsa Indonesia melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak terpengaruh oleh sesuatu aliran politik, dan memberi kontribusi nyata untuk kesejahteraan masyarakat

2.         Institute of Industrial and System Engineering
             IISE memiliki kode etik diantaranya sebagai berikut
·    Prinsip-prinsip mendasar yaitu seorang insinyur harus menegakkan dan memajukan integritas, kehormatan dan martabat profesi rekayasa dengan cara: menggunakan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk peningkatan kesejahteraan manusia; bersikap jujur dan tidak memihak, dan melayani dengan kesetiaan masyarakat, pengusaha dan klien mereka; berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan prestise profesi rekayasa; dan mendukung masyarakat profesional dan teknis dari disiplin ilmu mereka 
·      Insinyur harus memegang penting keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam kinerja tugas profesional mereka
·         Insinyur harus melakukan layanan hanya dalam bidang kompetensi mereka
·         Insinyur harus mengeluarkan pernyataan publik hanya secara onyektif dan jujur
·         Insinyur harus bertindak dalam hal profesional untuk setiap majikan atau klien sebagai agen setia atau wali, dan akan menghindari konflik kepentingan
·         Insinyur akan membangun reputasi profesional mereka atas jasa layanan mereka dan tidak akan bersaing secara tidak adil dengan orang lain
·         Insinyur akan mengasosiasikan hanya dengan orang atau organisasi terkemuka
·        Insinyur harus melanjutkan pengembangan profesional mereka sepanjang karier mereka dan akan memberikan kesempatan untuk pengembangan profesional mereka insinyur di bawah pengawasan mereka

3.         Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia
             Selaras dengan dasar negara yaitu “PANCASILA” maka disusunlah kode etik profesi berikut ini yang harus dipegang dengan keyakinan bahwa penyimpangan darinya merupakan pencemaran kehormatan dan martabat Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Indonesia. Kode etik seorang sarjana berdasarkan kesepakatan Asosiasi Sarjana Teknik :
  • ·  Dalam pengenalan akan pentingnya akan pentingnya teknologo harus mengetahui kualitas    kehidupan di seluruh dunia.
  •   Harus bisa menerima tanggung jawab bila mengambil keputusan.
  • ·  Menghindari konflik.
  • ·  Harus jujur dan realistis.
  • ·  Menolak sogokan dalam segala bentuknya.
  • ·   Harus bisa mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, siap dengan        konsekuensinya.
  • ·   Menjaga dan mengembangkan kompetensi.
  • ·    Mencari, menerima dan menawarkan kritik pekerjaan teknik.
  • ·     Memperlakukan dengan adil sesuai orang tanpa tergantung dengan faktor-faktor.
  • ·     Berupaya menghindari kecelakaan daripada orang lain.
  • ·     Membantu rekan sejawat, dan pekerja dalam pengembanagn profesi.


4.         Badan Kejuruan Teknik Industri
           Grup milis ini adalah wadah terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan KeJuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untk membangun dan mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri.
Dalam melaksanakan program program KTII, 3 anggotanya, yaitu BKTI-PII, BKSTI dan ISTMI telah menandatangani Kesepahaman Bersama (MOU) pada tanggal 8 Juni 2014 untuk menyepakati kerjasama secara sinergis di  Program Utama:
·         Pelatihan Dasar Insinyur Profesional untuk Perguruan Tinggi dan Umum
·         Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi Teknik Industri
·         Pemberdayaan UKM
·         Sertifikasi Insinyur Profesional
·         Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
·         Pengembangan Data Base Insinyur dan Bidang Pengabdian Teknik Industri

5.         Perhimpunan Ergonomi Indonesia
      Perhimpunan ergonomi Indonesia (PEI) adalah organisasi profesi tingkat nasional yang beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing membina Ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi Ergonomi dalam Pembangunan Nasional dapat lebih digali dan diwujudkan secara nyata. PEI berpusat di bandung dan didirikan oleh peserta Pertemuan Nasional Ergonomi pada tanggal 10 Oktober 1987,bertempat di Gedung Labolatorium Teknologi 111 Institut Teknologi Bandung. Perhimpunan Ergonomi Indonesia bertujuan untuk mengembang serta menerapkan iilmu Ergonomi dalam  berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain yang menuntut pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
             Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik- baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. Berikut merupakan salah salah satu contoh kode etik ergonomi yang berlaku di Afrika Selatan atau Ergonomics Society of South Africa (ESSA). Kode etik semacam ini cocok diterapkan untuk ergonom yang bekerja sebagai konsultan ergonomi yang bekerja untuk klien dari  perusahaan lain dan bukan untuk ergonom yang bekerja untuk perusahaan tempat dia bekerja.

Referensi


Tugas 1 Etika Profesi

1.         Karakter Tidak Beretika Dalam Kehidupan Sehari-hari

  • ·         Merokok di tempat umum

Banyak sekali peraturan – peraturan yang telah membahas mengenai pelarangan merokok di tempat umum seperti di kantor, kampus, alat transportasi dan lainnya. Tempat umum tersebut juga tentunya sudah terpasang display peringatan untuk dilarang merokok, tetapi nyatanya masih banyak orang-orang yang melanggarnya. Mereka tetap merokok di tempat umum yang sebenarnya sangat mengganggu orang-orang yang ada disekitarnya. Asap rokok yang terhirup oleh perokok pasif akan sangat berbahaya bagi kesehatannya, belum lagi abu rokok yang akan mengotori tempat umum tersebut.
  • ·         Tidak mengucapkan salam saat bertamu

Karakter ini sangat tidak dianjurkan di lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita. Saat kita akan bertamu sangat diwajibkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu untuk menghormati pemilik rumah. Terkadang misal jika kita sudah saling akrab dengan sesorang kita akan lupa untuk mengucapkan salam jika bertamu ke rumah orang tersebut dan langsung masuk saja ke dalam rumahnya. Karakter tersebut mencerminkan tidak menghargai seseorang.
  • ·         Membuang sampah sembarangan

Karakter ini mungkin yang paling sering dan mudah kita temui dalam kehidupan sehari – hari. Tanpa disadari kita pun juga sering melalukannya dalam kehidupan kita. Sudah banyak juga display peringatan untuk membuang sampah pada tempatnya, namun masih saja banyak orang yang melakukan membuang sampah sembarangan. Akibat dari membuang sampah sembarangan ini tentunya orang banyak sudah mengetahuinya diantaranya dapat mengakibatkan banjir dan menimbulkan bau yang tidak sedap di lingkungan sekitarnya. Meskipun begitu, tetap saja masih banyak orang yang melanggarnya. Sekarang di tempat umum sudah banyak sekali disediakan tempat sampah, bahkan sudah terpisah untuk sampah kering dan sampah basah jadi seharusnya tidak ada alasan lagi untuk membuang sampah sembarangan.
  • ·         Menggunakan gadget/alat komunikasi saat berbicara dengan orang lain

Karakter ini juga sering kita temui di zaman yang mulai berkembang saat ini. Banyak sekali saat orang sedang berbicara, tetapi lawan bicara nya asyik memainkan gadgetnya meskipun lawan bicara nya tersebut mendengarkan apa yang sedang dibicarakan. Karakter ini sangat tidak beretika, orang melakukan hal ini saat sedang mekukan komunikasi atau pembicaraan mereka sama saja tidak menghargai pembicaraan yang sedang dilakukan tersebut. Seharusnya jika sedang berbicara dengan orang lain kita harus fokus kepada lawan bicaranya dan tentunya mendengarkan pembicaraan dengan baik.
  • ·         Tempramental atau mudah emosi

Karakter ini juga lumayan sering kita tamui di kehidupan sehari-hari. Orang yang tempramental tentunya akan mudah emosi dan marah jika dia tidak senang dengan apa yang terjadi. Misalnya orang tersebut melanggar aturan lalu lintas dan ada orang lain yang menasihatinya, tetapi orang tersebut tidak terima dengan nasihatnya dan terpancing emosinya sehingga akan mudah sekali orang yang tempramental akan berbicara kasar dan tidak sopan terhadap orang lain. Karakter ini akan menimbulkan kerugiaan seperti akan terjadinya perselisihan  dan permusuhan dengan orang-orang dilingkungan kita.

 2.     Aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana Teknik Industri

  • ·         Tidak bertanggung jawab dengan tugasnya

Hal ini sangat tidak dianjurkan sekali dalam dunia bekerja. Dalam dunia bekerja kita sudah harus mempunyai komitmen atas tanggung jawab dari segala aktivitas kita. Tugas yang diberikan kepada kita tentunya sudah menjadi tanggung jawab kita untuk diselesaikan, karena jika kita lepas dari tnaggung jawab tersebut tentu dapat merugikan banyak orang lain dan juga tentunya merugikan perusahaan.
  • ·         Datang terlambat

Hal ini sering kita temui dalam dunia bekerja. Masih banyak pekerja – pekerja yang datang terlamabat atau tidak tepat waktu. Perusahaan tentunya sudah menetapkan aturan jam masuk kerja dan juga jam pulang kerja yang seharusnya wajib diikuti aturan tersebut oleh semua pekerja, tetapi masih banyak yang melanggarnya. Hal ini dapat menyebabkan kerugiaan seperti produktivitas menurun dan pekerjaan yang dilakukan tidak akan berjalan secara maksimal.
  • ·         Penyalahgunaan jabatan yang diberikan

Terkadang jabatan yang diberikan kepada pekerja dapat di salah gunakan. Misalnya jabatan tinggi yang diberikan kepada pekerja akan membuat pekerja tersebut akan sombong dan tinggi hati, dia akan bertindak sesuka hatinya tanpa mempedulikan bawahannya dan lebih berbahaya nya jika jabatan tinggi tersebut digunakan dengan menyalahi aturan perusahaan salah satu contohnya adalah korupsi. Hal tersebut sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan karena akan merugikan perusahaan dan tentu nya dirik kita sendiri.
  • ·         Tidak menghargai pendapat pekerja lain saat melakukan rapat

Seringkali saat sedang dilaksanakan nya rapat terjadinya perbedaan pendapat antara pekerja – pekerja yang mengikuti rapat. Terkadang ada saja pekerja yang tidak dapat menerima atau menghargai pendapat pekerja lain dengan kritik atau perkataan yang tidak semestinya. Tidak menghargai pendapat pekerja lainnya tentu akan menbuat kerugian rapat tersebut seperti tidak akan menemukan hasil mufakat yang diinginkan dan akan membuat jalannya rapat tidak akan berjalan dengan baik. Mengkritik pendapat orang lain boleh saja asal dengan sikap yang sopan dan santun serta memberikan solusi pastinya.
  • ·         Tidak menjaga privasi/rahasia perusahaan

Menjaga privasi perusahaan tentunya sangatlah penting karena biasanya privasi tersebut mengenai data – data penting serta cara – cara agar perusahaan tersebut selalu dapat berjalan dengan baik. Pekerja yang tidak dapat menjaga privasi perusahaan merupakan sudah termasuk aktivitas yang tidak beretika dalam dunia kerja karena dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan.

3.         Pentingnya memahami etika profesi untuk Sarjana Teknik Industri
            Etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulanmanusia di dalam kelompok sosialnya. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
            Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri akan selalu mengerahkan segala kemampuan dan pengalamannya untuk selalu berupaya mencapai hasil yang terbaik didalam keluhuran budi dan kemanfaatan masyarakat luas secara bertanggung jawab. Dalam melaksanakan tugas yang melibatkan disiplin dan pengetahuan lain, Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Indutstri akan senatiasa menghormati dan menghargai keterlibatan mereka, dan akan selalu mendayagunakan disiplin Teknik Indutri dan Manajemen Industri akan dapat lebih dioptimalkan dalam upaya mencapai hasil terbaik. Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri bertanggung jawab atas pengembangan keilmuan dan penerapannya dimasyarakat, dan akan selalu berupaya agar tercapai kondisi yang efisien dan optimal dalam segenap upaya bagi perbaikan dalam pembangunan dan pemeliharaan sistem.

4.         Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII

  • ·         Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia

PATI merupakan suatu wadah pembinaan profesi para ahli teknik dalam pembangunan nasional, yang didirikan di Jakarta pada tanggal 25 Juni 1985. PATI berdiri berdasarkan Pancasila dan merupakan organisasi profesi keteknikan non-politik dan tidak berafiliasi dengan organisasi sosial. PATI didirikan dengan melaksanakan maksud untuk persatuan pembinaan profesi para ahli teknik dalam pembangunan nasional. Serta mengimpun segenap ahli teknik Indonesia dalam usaha meningkatkan produktifitas nasional. Sebelum terbentuknya PATI, Ahli Teknik Indonesia tidak memiliki wadah yang mampu menampung aspirasinya secara tepat guna. Melihat perkembangan infrastruktur tanah air yang mulai bangkit, maka kebutuhan akan hal ini sudah semakin mendesak. Ahli Teknik Indonesia membutuhkan organisasi sebagai sarana menggalang kesatuan dan persatuan ahli teknik.

  • ·         Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia

ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 November 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas keteknikan.
Tamatan/alumni TI & MI bekerja di berbagai sektor industri, pelayanan, perbankan, informasi, konsultasi, pemerintahan, maupun pendidikan dan penelitian. Batasan sektor tidak ada lagi bagi alumni TI & MI yang menunjukkan diterimanya disiplin ini sebagai pencerminan diterimanya sikap pikir dan cara pikir kesisteman bagi tujuan optimasi sumber daya.
bertujuan mencapai kemantapan peranan Sarjana dan Ilmu TI & MI maupun terapannya dalam pembangunan masyarakat pada umumnya dan khususnya pembangunan industri di Indonesia, demi mempercepat kesejahteraan bangsa. ISTMI bertujuan mengembangkan profesi TI & MI di Indonesai sehingga dapat berperan dalam peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya. Usaha Mencapai Tujuan Untuk mengusahakan tercapainya tujuan dengan berbagai upaya ke dalam dan ke luar dengan cara terbukan, demokratis serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

  • ·         Institute of Industrial and System Engineering

Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.

  • ·         Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) bertujuan untuk mengembangkan serta menerapkan ilmu Ergonomi dalam berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain yang menuntut pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) berfungsi sebagai wadah yang menghimpun, mengorganisasi sarjana, praktisi dan kelompok yang dalam kegiatan profesionalnya menggunakan serta menerapkan metode ergonomis.

  • ·         E-mailing List Group Komunitas Teknik Industri Indonesia

Grup milis ini adalah wadah terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untuk membangun dan mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri. Dalam melaksanakan program program KTII, 3 anggotanya, yaitu BKTI-PII, BKSTI dan ISTMI telah menandatangani Kesepahaman Bersama (MOU) pada tanggal 8 Juni 2014 untuk menyepakati kerjasama secara sinergis di 9 Program Utama.

Referensi