PENGUKURAN BEBAN KERJA TENAGA KERJA
DENGAN METODE WORK SAMPLING PADA PT. YZ
Disusun Oleh:
Nama : Noufal
Ramadhan
NPM : 36413503
Kelas : 3ID07
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
A. Latar Belakang
Perekonomian bangsa Indonesia sekarang
ini sedang mengalami pasang surut. Hal ini akan berdampak pada terhambatnya
perkembangan industri ditanah air. Perusahaan harus menanggung biaya produksi
untuk menghasilkan produk yang berkualitas agar diminati konsumen. Untuk
mempertahankan dari krisis ini, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja
kepada beberapa karyawannya. Disamping
itu perkembangan industri yang sangat pesat dewasa ini menuntut sebuah perusahaan
untuk bersaing didunia usahanya agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.
Salah satu cara untuk mengantisipasi persaingan usaha saat ini khususnya dalam industri
manufaktur adalah berupaya mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan. Perusahaan
dalam menjalankan kegiatan produksinya, harus selalu berusaha untuk memanfaatkan
sebaik mungkin sumber daya yang dimiliki karyawan produksi sebagai komponen
penting dalam kegiatan produksi harus ditingkatkan. Produktivitas tenaga kerja sesuai
dengan skill (keterampilan), pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Peranan karyawan
produksi pada stasiun kerja perlu mendapat perhatian dari pihak manajemen perusahaan.
PT YZ sebagai salah satu perusahaan penghasil
mebel memiliki banyak kendala, diantaranya kendala tenaga kerja. Tenaga kerja
di Assembling Departement khususnya stasiun meja makan terjadi
kelebihan beban kerja sehingga tidak bisa memenuhi target produksi. Untuk memperbaiki
beban kerja maka diusulkan bagaimana dilakukan pengukuran kerja dengan metode work
sampling. Work sampling adalah suatu teknik
untuk mengadakan sejumlah besar pengamatan terhadap
aktivitas kerja dari pekerja. Pengamatan aktivitas kerja untuk selang waktu
yang diambil secara acak
terhadap satu atau lebih pekerja dan kemudian mencatatnya apakah pekerja dalam keadaan bekerja atau
menganggur. Pengukuran beban kerja tenaga kerja dengan metode work sampling untuk menghitung waktu baku,
produksi standar, beban kerja dan
jumlah tenaga kerja yang diperlukan
Metode work
sampling memiliki akurasi yang lebih, karena data yang diambil secara langsung
dilokasi pekerjaan, sehingga faktor-faktor perlakuan yang diukur dapat
diketahui secara mendetail. Kedekatan antara peneliti dan pekerja dapat memberikan
instruksi-instruksi yang lebih mudah dijalankan oleh karyawan serta mengurangi
pengambilan data yang kurang sesuai misalnya pekerja melakukan usaha berlebih
untuk menyelesaikan satu produk.
B. Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan
penelitian. Tujuan penelitian pengukuran beban kerja tenaga kerja dengan metode
work sampling pada PT. YZ adalah
sebagai berikut.
1. Menentukan waktu baku di stasiun meja
makan
2. Menentukan jumlah produksi standar
meja makan
3. Menentukan beban kerja stasiun meja makan dan
jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan meja makan
Jenis Studi
Penelitian ini termasuk kedalam studi deskriptif karena penelitian
ini menguraikan atau menjelaskan kejadian beban kerja untuk memenuhi target
produksi dan juga penelitian ini menggunakan data kuantitatif
