TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
Noufal Ramadhan(36413503)
1ID06
Fakultas Teknologi Industri
Jurusan Teknik Industri
Universitas Gunadarma
KATA
PENGANTAR
Puji
syukuri penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Ilmu Budaya
Dasar”. Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas
yang diberikan dalam mata kuliah IBD di Universitas Gunadarma.
Dalam
Penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangan baik pada penulisan
maupun materi, mengingat akan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu, kritik dan
saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.
Dalam penulisan
makalah ini saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada
Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada saya, sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas ini.
PENDAHULUAN
Mata kuliah IBD (Ilmu Dasar Budaya) adalah salah satu mata
kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan tentang
berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Diharapkan
mata kuliah ini dapat menjadi pemersatu bagi para akademisi dari berbagai
lapangan ilmiah. Dengan memiliki satu bekal yang sama diharapkan agar para
akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi. Kelancaran berkomunikasi ini
selanjutnya akan memperlancar proses pembangunan dalam berbagai bidang yang
ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangan keahlian.
Manusia dalam kesehariannya tidak akan lepas dari kebudayaan, karena
manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayaan itu sendiri. Manusia hidup
karena adanya kebudayaan, sementara itu kebudayaan akan terus hidup dan
berkembang sebagaimana manusia mau melestarikan kebudayaan dan tidak
merusaknya. Dengan demikian manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu
sama lain, karena dalam kehidupannya tidak mungkin tidak berurusan dengan
hasil-hasil kebudayaan, setiap hari manusia melihat dan menggunakan kebudayaan,
bahkan kadang kala disadari atau tidak manusia merusak kebudayaan.
PEMBAHASAN
BAB 1
IBD Sebagai Salah Satu MKDU
·
Pengertian IBD
pengetahuan
yang memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
·
Tujuan IBD
- Menimbulkan minat untuk mendalaminya
- Menyadarkan kita terhadap nilai-nilai hidup dalam masyarakat,
hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat
- Memberikan pengetahuan tentang berbagai konsep persoalan
budaya yang dihadapi manusia
·
Ruang Lingkup IBD
1. Berbagai aspek
kehidupan manusia yang didalamnya adalah persoalan dalam menjalankan hidup dan
fenomena budaya yang berkembang. Dalam hal ini bisa dikaji dengan melakukan
pendekatan budaya.
2. Hakikat
manusia baik secara individu atau kelompok, memiliki perbedaan kebudayaan pada
zamannya serta ragam budaya di masing-masing daerah.
BAB 2
Manusia Dan
Kebudayaan
·
Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang
paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena manusia memiliki
akal dan pikiran yang logis dan dinamis. Manusia juga merupakan makhluk sosial
yang tidak bisa hidup sendiri, manusia saling membutuhkan antara satu dengan
yang lainnya
·
Pengertian Hakekat Manusia
Hakekat manusia adalah hal –
hal yang berkaitan mutlak dalam kehidupan manusia dan merupakan hal-hal yang
secara pasti akan terjadi secara historis. Hakekat manusia itu sendiri adalah
suatu sejarah, maka hakekat manusia itu sendiri hanya dapat dilihat dalam
sejarah perjalanan manusia itu sendiri.
Sehingga dapat pula diartikan bahwa hakikat manusia itu sendiri adalah sesuatu yang pasti ada dalam kehidupan manusia.
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia , yaitu:
1. Hakikat hidup manusia
2. Hakikat karya manusia
3. Hakikat waktu manusia
4. Hakikat alam manusia
Sehingga dapat pula diartikan bahwa hakikat manusia itu sendiri adalah sesuatu yang pasti ada dalam kehidupan manusia.
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia , yaitu:
1. Hakikat hidup manusia
2. Hakikat karya manusia
3. Hakikat waktu manusia
4. Hakikat alam manusia
5. Hakikat hubungan dengan manusia
·
Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian bangsa
timur pun identik dengan tutur kata yang
lembut dan sopan dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai
negara yang memiliki kepribadian yang unik. Misalnya, orang Jepang selalu
membungkukkan badan mereka tanda hormat apabila bertemu dengan orang lain.
Bangsa timur biasanya masih tinggal
serumah dengan orang tua mereka meskipun mereka telah berkeluarga.
Bangsa timur masih memiliki kebiasaan
dan adat istiadat yang masih sangat kental. Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya
sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit
putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur lebih sopan
dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama islam dan
menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Kepribadian bangsa timur dapat
diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan
penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya
merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian
bangsa timur sangat identik dengan benua Asia khususnya Indonesia.
·
Pengertian Kebudayaan
Pengertian kebudayaan banyak sekali
dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari
karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan
kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya,
agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat. Rasa
yang meliputi jiwa manusia mewujudkan norma dan nilai masyarakat yang perlu
untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan alam arti luas., didalamnya
termasuk, agama, ideologi, kebatinan, kesenian dan semua unsur yang merupakan
hasil ekspresi dari jiwa manusia. Yang hidup sebagai anggota masyarakat.
Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan pikir dari orang yang
hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu
pengetahuan. Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohani. Semua karya, rasa dan
cipta dikuasai oleh karya dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar
sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat. Dari
pengertian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan dari
pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang digunakan untuk
menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi
segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.
·
Unsur-Unsur Kebudayaan
Melville J. Herkovits mengajukan
pendapatnya tentang unsur kebudayaan mempunyai empat unsur, yaitu alat-alat
teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan politik. Sedangkan Broinslaw
Malinowski mengatakan unsur-unsur itu terdiri dari sistem norma, organisasi
ekonomi, alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan, dan organisasi
kekuatan.
C.Kluckhohn dalam karyanya berjudul
Universal Categories of Culture mengemukakan ada tujuh kebudayaan
universal,yaitu :
1.
Sistem Religi (sistem kepercayaan)
2.
Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3.
Sistem Pengetahuan
4.
Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5.
Sistem Teknologi dan Peralatan
6.
Bahasa
7.
Kesenian.
·
Wujud Kebudayaan
Kebudayaan
memiliki 3 wujud, yaitu:
1. Gagasan(Wujud Ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan
ide-ide,gagasan,nilai,norma,peraturan yang bersifat abstrak
2. Aktivitas(Tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari
manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering disebut sistem sosial.
3. Artefak(Karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas,
perbuatan dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda yang
dapat diraba.
·
Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan
sebagai karya manusia yang memiliki sistem nilai.
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5 masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.Hakekat Hidup manusia
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
2.Hakekat karya Manusia
Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.Hakekat Waktu manusia
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula yang masa depan.
4.Hakekat alam manusia
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam dan memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
5.Hakekat hubungan Manusia
Dalam hal ini da yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adapula yang berpandangan individualis.
Menurut C.Kluckhon dalam karyanya Variation in Value Orientation(1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia, universal memiliki 5 masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
1.Hakekat Hidup manusia
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstem : ada yang berusaha memadamkan hidup, adapula dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik.
2.Hakekat karya Manusia
Setiap budaya hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memeberikan kehormatan dan tahta, karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3.Hakekat Waktu manusia
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda; ada yang berpandangan mementingkan orientasi masa lampau, ada yang berorientasi pada masa kini, ada pula yang masa depan.
4.Hakekat alam manusia
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam dan memanfaatkan alam sebaik mungkin. Ada juga yang menganggap manusia harus selaras dengan alam dan menyerah pada alam.
5.Hakekat hubungan Manusia
Dalam hal ini da yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, adapula yang berpandangan individualis.
·
Perubahan Kebudayaan
perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan
dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur
kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi
fungsinya bagi kehidupan. Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa
unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan
keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua
bagian yaitu: kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan
perubahan dalam bentuk dan aturan-aturan organisasi sosial. Perubahan
kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
Ada faktor-faktor yang mendorong dan
menghambat perubahan kebudayaan yaitu:
-
Mendorong
perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki
potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi (kebudayaan
material). Adanya individu-individu yang mudah menerima unsur-unsur perubahan
kebudayaan, terutama generasi muda. Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan
alam yang mudah berubah.
-
Menghambat
perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki
potensi sukar berubah seperti: adat istiadat dan keyakinan agama (kebudayaan
non material). Adanya individu-individu yang sukar menerima unsur-unsur
perubahan terutama generasi tua
·
Kaitan Manusia Dan Kebudayaan
Manusia seperti yang kita tahu, sangat erat kaitannya
dengan arti kebudayaan. Kebudayaan itu ibaratnya seperti ciri khas dari manusia
yang menggunakan kebudayaan tersebut. Banyak sekali kebudayaan di negara Indonesia
tercinta kita ini, salah satunya adalah seperti kebudayaan Jawa, dan masih
banyak lagi.
Hakikat manusia dalam melestarikan dan menjaga
kebudayaan adalah suatu keharusan agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan
lainnya. Kita harus menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan tersebut
merupakan warisan dari nenek moyang kita dahulu. Namun akhir-akhir ini, kita
pasti sudah tahu kalau banyak dari kebudayaan di negara kita ini telah
terpengaruh oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan efek dari arus globalisasi
yang sangat kencang sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan dari luar yang bebas
keluar masuk ke dalam negara kita ini sehingga kebudayaan kita agak sedikit
‘terpengaruh’ oleh kebudayaan luar, khususnya kebudayaan barat. Ini merupakan
kelalaian masyarakat sekarang yang tidak mampu menjaga keaslian budaya itu
merupakan warisan dari nenek moyang kita terdahulu.
kaitan manusia dan kebudayaan sangatlah
erat, sebab kebudayaan timbul karena hasil karya cipta dan karya dari manusia
itu sendiri. Dengan kebudayaan dapat mengatur kehidupan manusia untuk hidup
bersosialisasi dengan manusia lain di sekitarnya. Dan kebudayaan dapat hilang
karena masuknya budaya lain.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia
dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan
masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama
lain, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap, yaitu :
1. Eksternalisasi, yaitu
proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obyektivasi, yaitu proses
dimana masyarakat menjadi realitas obyektif.
3. Internalisasi, yaitu
proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.
BAB 3
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan
· Pendekatan Kesusastraan
IBD,
yang semula di namakan basic humanities, berasal dari bahasa inggris the
humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin humanus, yag berarti
manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan
lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humantites berkaitan
dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Untuk
menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, di
samping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang di masukan ke dalam the
humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang di sesuaikan dengan
keadaan dan waktu.pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni
dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya. Pada pokoknya semua mempelajari
masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities
menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menttjemahkan menjadi pengetahuan
budaya. Sastra juga di dukung oleh cerita,
dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah
tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan-gagasannya
dalam bentuk yang tidak normatif. Cabang-cabang seni lain juga dapat menarik cerita,
akan tetapi sulit bagi penciptanya mengemukakan gagasannya. Dalam musik
mislanya, kata-kata penciptanya tertelan oleh melodinya.
·
Ilmu Budaya
Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Prosa adalah karangan bebas yang
tidak terikat oleh banyaknya baris, banyaknya suku kata, dalam setiap baris
serta tak terikat oleh rimanya seperti dalam puisi.
Prosa berbeda dengan puisi karena
variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya
yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa
Latin ”prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya
digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat
digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta
berbagai jenis media lainnya. Dalam kesusstraan, Indonesia memiliki 2 jenis
prosa yaitu prosa lama dan prosa baru. Dibawah ini adalah pengertian dari
masing2 jenis prosa:
*Prosa lama adalah
prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,
*Prosa baru adalah
prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Jenis-jenis prosa lama ada
lima komponen adalah:
·
Dongeng-dongeng
·
Hikayat
·
Sejarah
·
Epos
·
Cerita pelipur lara
Sedangkan jenis-jenis prosa baru
ada lima komponen adalah :
·
Cerita pendek (Cerpen)
·
Roman/Novel
·
Biografi
·
Kisah
·
Otobiografi
·
Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi
Pengertian prosa fiksi tersebut adalah kisahan atau cerita yang diemban
oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeranananya, latar serta tahapan dan
rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya
sehingga menjalin suatu cerita. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat
sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
2 Prosa fiksi memberikan
informasi
3 Prosa fiksi memberikan warisan
kultural
4 Prosa memberikan keseimbangan
wawasan
Karya sastra dapat dibagi menjadi dua yaitu:
·
Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya
·
dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Anda juga yang tentunya
menyuarakan kedua-dunya.
·
Ilmu Budaya Dasar Yang
Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh
rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
kreativitas penyair dalam membangun puisinya
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa
puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan
menggunakan:
1.
Figura bahasa
2.
Kata-kata yang ambiguitas
3.
Kata-kata berjiwa
4.
Kata-kata yang konotatif
5.
Pengulangan
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada mata kuliah
IBD.
1.
Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2.
Puisi dan keinyafan/kesadaran individual
3.
Puisi dan keinsyafan social
BAB 4
Manusia Dan Cinta kasih
·
Pengertian Cinta Kasih
Menurut
kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa
sangat suka (kepada) atau (rasa) saying (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih
atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan saying atau
cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih
hampir bersamaan, sehinga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta
kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai
dengan menaruh belas kasih.
Walaupun
cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga
antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan
kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam
itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta
memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan
landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan
anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab.
Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya
sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan
berpegang teguh pada syariat-Nya.
Menurut Abdullah Nasih Ulwan, cinta
memiliki tiga tingkatan:
- Cinta tingkat tertinggi, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya
- Cinta tingkat tertinggi, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya
- Cinta Tingkat menengah adalah cinta
kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat
- Cinta tingkat terendah; ialah cinta yang lebih
mengutamakan cinta kepada keluarga, harta dan masalah dunia dari pada mencintai
Allah dan Rasul-Nya
·
Cinta Menurut Ajaran Agama
Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan megaktualisasikan dirinya. Dia mencintai sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya sendiri.
Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan megaktualisasikan dirinya. Dia mencintai sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya sendiri.
Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonian dengan manusia lainnya, ia tidak boleh membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Seharusnya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain, bekerja sama dengan memberi kemampuan kepada orqang lain.
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonian dengan manusia lainnya, ia tidak boleh membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Seharusnya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain, bekerja sama dengan memberi kemampuan kepada orqang lain.
Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerja sama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga. Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelamgsungan jenis.
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerja sama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga. Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelamgsungan jenis.
Cinta Kebapakan
Dengan mengingat bahwa antara ayah dengan anak tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya. Maka para ahli ilmu jiwa modernberpendapat bahwa dorogan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan melainkan dorongan psikis.
Dengan mengingat bahwa antara ayah dengan anak tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dengan anak-anaknya. Maka para ahli ilmu jiwa modernberpendapat bahwa dorogan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan melainkan dorongan psikis.
Cinta Kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paing bening, jernih dan spiritual adalah cintanya kepada Allah dan kerinduan kepadaNya. Tidak hanya dalam sholat, pengajian dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan keridoanNya.
Puncak cinta manusia yang paing bening, jernih dan spiritual adalah cintanya kepada Allah dan kerinduan kepadaNya. Tidak hanya dalam sholat, pengajian dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan keridoanNya.
Cinta Kepada Rasul
Cinta keada Rasul yang diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini merupakan karena Rasul merupakan ideal semurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
Cinta keada Rasul yang diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini merupakan karena Rasul merupakan ideal semurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
·
Kasih Sayang
Pengertian dari kasih sayang adalah
perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam
kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang
ini merupakan pertumbuhan dari cinta, percintaan pria-wanita bila diakhiri
dengan perkawinan maka didalam berumah tangga keluarga itu bukan lagi
bercinta-cintaan tetapi sudah bersifat mengasihi atau saling menumpahkan kasih
sayang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut
untuk tangung jawab, pengorbanan, kejujuruan, saling percaya, saling
pengertian, saling terbuka, seingga kuduanya merupakan kesatuan yang bulat dan
utuh.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi
kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayang
bermacam-macam demikian pula sebaliknya, dari cara pemberian kasih sayang dapat
dibedakan :
1) Orang tua aktif, si anak pasif
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik dalam moral materil dengan sebanyak-sebanyaknya, dan si anak menerima saja tanpa memberikan respon
2) Orang tua pasif, si anak aktif
Dalam hal ini si anak memberikan kasih sayang yang berlebihan kepada orangtuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak tidak memberikan perhatian apapun.
3) Orang tua pasif, si anak pasif
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehiduan keluarga sangat dingin tidak ada kasih sayang masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa bila tidak perlu dan orang tua hanya memberikan materi saja.
4) Orang tua aktif, si anak aktif
Dalam hal ini orangtua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orangtua dan anak sangat baik dan harmonis, kasih sayang ini sangat nampak sekali dan membuat suasana dalam keluarga menjadi terasa nyaman, tentram, terasa kehidupan dan terjalin komunikasi yang baik antara si anak dan orang tua.
1) Orang tua aktif, si anak pasif
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik dalam moral materil dengan sebanyak-sebanyaknya, dan si anak menerima saja tanpa memberikan respon
2) Orang tua pasif, si anak aktif
Dalam hal ini si anak memberikan kasih sayang yang berlebihan kepada orangtuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak tidak memberikan perhatian apapun.
3) Orang tua pasif, si anak pasif
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehiduan keluarga sangat dingin tidak ada kasih sayang masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa bila tidak perlu dan orang tua hanya memberikan materi saja.
4) Orang tua aktif, si anak aktif
Dalam hal ini orangtua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orangtua dan anak sangat baik dan harmonis, kasih sayang ini sangat nampak sekali dan membuat suasana dalam keluarga menjadi terasa nyaman, tentram, terasa kehidupan dan terjalin komunikasi yang baik antara si anak dan orang tua.
·
Kemesraan
Kemesran
berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan
ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara
maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan
pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang mendalam. Filsuf Rusia,
Salovjef dalam bukunya kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada
seorang gadis secara serius, is terlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai
hidup untuk orang lain”.
Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita,
dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak
dalam evolusi kita.
Dari
uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seorang mengobral
cinta, maka orang itu termasuk nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat
dirinnya sendiri. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan
kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan
dan bakatnya.
·
Pemujaan
Pemujaan
adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang diwujudkan
dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada tuhan
adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan
adalah pencipta, tetapi tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia
mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi
hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memujanya. Dalam surat
Al-Mu’minin ayat 98 dinyatakan,” Dan aku berlindung kepada mu. Ya tuhanku, dari
kehadirannya di dekatku.
Karena
itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup
manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan
penciptaan semesta untuk manusia.
Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena
manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon
ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan,
agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekutangan yang ada
padanya, dan lain-lain.
·
Belas Kasihan
Dalam
surat yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta Agape ialah cinta manusia
kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan
saudara, dan ketiga cinta Amor/ Eros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda
cinta eros dan amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki – laki dan
perempuan. Sedangkan cinta amor karena unsur – unsur yang sulit dinanar,
misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pemuda
yang kerdil.
Disamping itu masih ada cinta lagi yaitu
cinta terhadap sesama. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta
Agape dan Cinta Philia.
Cinta
sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada
orang tua, pria – wanita, cinta kepada tuhan.
Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah
belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya,
pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti
yang luas. Mungkin tua, sakit – sakitan, yatim, yatim – piatu, penyakit yang
dideritanya, dan sebagainya.
Jadi kata kasihan atau rahmah berarti
bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Kemudian apa
bedanya rahmah dengan rahman? Kalau Rahman ada unsur member. Misalnya seseorang
memusuhi kita, tetapi kita tidak membalasnya, malahan kita jadikan dia sebagai
teman baik. Jadi, pengertian rahmah adalah kita menaruh perhatian (simpati)
terhadap penderitaan orang lain, lalu kita menunjukkan jalan keluar kepadanya.
Tetapi kalau kita menaruh rasa simpati kepada orang yang tidak dalam kesulitan,
sehingga menyebabkan rusak (menjerumuskan), maka hal itu disebut memanjakan.
Dalam surah Al –Qolam ayat 4, maka manusia
menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan
orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah
SWT.
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan
adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang
itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Dalam
Esai on Love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu
berarti dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas Kasihan
yang kita tumpahkan benar – benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas. Kalau
kita memberikan uang pada pengemis agar mendapatkan pujian, itu berarti tidak
ikhlas, berarti ada tujuan tertentu. Hal seperti itu banyak terjadi dalam
masyarakat.
·
Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. cinta kasih erotis bersifat ekslusif, bukan universal, pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman yang dapat di eksplosif berupan jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan terlebih dahulu , pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanya sementara.
Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sunguh-sunguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi orang lain(wanita ataupun pria). Hal ini merupakan dasar gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah memilih jodohnya sendiri, beda halnya dengan kebudayaan barat/ zaman sekarang, gagasan itu ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Cinta kasih hanya di anggap sebagai hasil suatu reaksi emosional dan spontan.
Dengan demikian, bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari perbuatan kemauan.
KESIMPULAN
Ilmu Budaya Dasar adalah suatu
pengetahuan yang mempelajari berbagai masalah kemanusiaan dan budaya, dengan
menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari dan telah dikembangkan oleh
berbagai bidang pengetahuan keahlian yang tergolong dalam Pengetahuan Budaya.
Sesuai dengan pengertian dan sasaran ilmu budaya, maka tidak mengherankan jika
pengetahuan budaya dasar itu berkaitan sekali dengan ilmu-ilmu teknik, justru
ilmu teknologi itu adalah hasil dari budaya manusia. Karena itu tidak
mengherankan, jika karya budaya itu menuntut kekuatan, keindahan, kepraktisan,
dan sebagainya. Jadi Ilmu Budaya Dasar merupakan ilmu yang bertugas mendasari
mental pribadi mahasiswa yang untuk dapat menerima, meresapi dan menghayati
ilmu-ilmu budaya di samping ilmu-ilmu lain yang menjadi ilmu disiplinnya
masing-masing.