NAMA : NOUFAL RAMADHAN
NPM : 36413503
KELAS : 1ID06
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah
: Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Apipudin S.Th.I.,MA.Hum
KATA
PENGANTAR
Segala
puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga
saya dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa saya
penulis panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga,
sahabat dan para umatnya yang insyaallah setia sampai akhir jaman. Makalah ini
disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar. Dalam penyusunan makalah ini,
dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya telah berusaha untuk
dapat memberikan serta mencapai hasil yang semaksimal mungkin dan sesuai dengan
harapan, walaupun di dalam pembuatannya saya menghadapi berbagai kesulitan
karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.
Oleh
sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Apipudin selaku dosen pembimbing Ilmu
Budaya Dasar. Saya yakin dengan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
wawasan bagi pembaca karena makalah ini cukup baik dan lengkap. Semoga apa yang
disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun
pihak lain yang berkepentingan.
Jakarta, 25 November
2013
Penulis
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Semua orang tua sayang kepada anak-anaknya, mereka tidak mau
anak-anaknya berkarakter buruk. Tetapi ada orang tua yang paling buruk yaitu
yang berlebih-lebihan dalam memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya.
Sedangkan orang tua yang paling baik adalah yang bisa menempatkan kasih sayang
dan mendidik anak pada tempatnya yang tepat. Bagi pendidik sikap dan perilaku
orang tua dalam memberikan kasih sayang pada anak-anaknya tersebut idealnya
dipahami sehingga sekolah menjadi rumah kedua yang dapat memberikan kasih
sayang.
Pemahaman pendidik terhadap konsep kasih sayang mendasari sikap pendidik
dalam menjalankan proses pendidikan sehingga anak didik dapat belajar dengan
suasana penuh kehangatan dan menyenangkan. Begitu juga dengan kewibawaan yang
dipandang sebagai alat pendidikan yang penting bagi pendidik dimana lemahnya
kewibawaan pendidik akan berdampak pada proses pendidikan.
Secara psikologis anak-anak membutuhkan kasih
sayang dan perhatian. Orang tua sebagai pembimbing awal anak-anak harus
memperhatikan apakah kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak, karena kasih
sayang merupakan pilar dan fondasi dalam pendidikan. Ketika kasih sayang
terpenuhi dengan baik maka akan terwujud ketenangan jiwa,
Dalam
proses pendidikan di sekolah, peran orang tua digantikan oleh pendidik. Pola
hubungan mendidik perlu dilandasi oleh kasih sayang dari pendidik kepada
peserta didik agar terjalin ikatan perasaan yang dapat mendukung tercapainya
tujuan pendidikan.
Semua orang tua sayang kepada anak-anaknya, mereka
tidak mau anak-anaknya berkarakter buruk. Ada orang tua yang paling buruk yaitu
yang berlebih-lebihan dalam memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya, sedangkan
orang tua yang paling baik adalah yang bisa menempatkan kasih sayang dan
mendidik anak pada tempatnya yang tepat. Bagi pendidik sikap dan perilaku orang
tua dalam memberikan kasih sayang pada anak-anaknya tersebut idealnya dipahami
sehingga sekolah menjadi rumah kedua yang dapat memberikan kasih sayang
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:
1. Apa pengertian dari kasih sayang
2. Bagaimana cara pemberian kasih sayang
3. Bagaimana cara bersikap adil dalam memberikan
kasih sayang
4. Bagaimana cara mengekspresikan kasih sayang
5. Bagaimana peran kasih sayang dalam pendidikan
6. Buatlah studi kasus dan penyelesaiannya dengan
Ilmu Budaya dasar
1.3
Tujuan Penulisan
Tujuan
dalam pembuatan makalah ini adalah:
1. Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
2. Mengetahui pengertian kasih sayang
3. Mengetahui cara pemberian kasih sayang
4. Mengetahui cara bersikap adil dalam memberikan
kasih sayang
5. Mengetahui cara mengekspresikan kasih sayang
6. Mengetahui peran kasih sayang dalam pendidikan
7. Membuat dan mengetahui contoh studi kasus dan
penyelesaiannya dengan Ilmu Budaya Dasar
1.4
Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari tiga bab,
diawali bab I pendahuluan dan diakhiri dengan
bab III kesimpulan.
Bab
I Pendahuluan meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan
penulisan, dan sistematika penulisan.
Bab
II Pembahasan berisikan mengenai sikap kasih sayang
Bab
III Penutup merupakan bab terakhir berisikan kesimpulan.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Kasih Sayang
Kasih
sayang adalah pola hubungan yang unik diantara dua orang manusia atau lebih.
Kasih sayang adalah kebutuhan asasi setiap orang. Anak-anak yang dibesarkan
dalam limpahan kasih sayang, akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan kuat.
Kasih sayang mempengaruhi kesehatan fisik. Anak-anak yang dibesarkan dalam
limpahan kasih sayang orang tuanya, tubuhnya lebih sehat dari anak-anak yang
kurang mendapatkan kasih sayang.
Kasih
sayang juga akan menyelamatkan anak-anak dari sifat kerdil. Anak-anak yang
kurang atau tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya akan tumbuh
sebagai anak yang merasa terkucilkan. Anak tersebut akan membenci orang tua,
orang lain dan kemungkinan besar akan menjadi anak-anak yang suka melakukan
hal-hal yang berbahaya. Dalam proses pendidikan di sekolah yaitu peran orang
tua digantikan oleh pendidik, pola hubungan mendidik perlu dilandasi oleh kasih
sayang dari pendidik kepada peserta didik agar terjalin ikatan perasaan yang
dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan
Kasih sayang memiliki
peranan yang penting dalam pengembangan ruh dan
keseimbangan jiwa
anak-anak. Kondisi keluarga yang penuh dengan kasih sayang dapat
menimbulkan kelembutan
sikap anak-anak. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga
yang penuh dengan kasih
sayang dan perhatian akan memiliki kepribadian yang mulia,
senang mencintai orang
lain dan berperilaku baik dalam masyarakat.
Kasih sayang adalah perasaan sayang,
perasaan cinta atau perasaan suka kepada
seseorang.
Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan.
Kasih
sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta, percintaan pria-wanita bila
diakhiri
dengan
perkawinan maka didalam berumah tangga keluarga itu bukan lagi bercinta-cintaan
tetapi
sudah bersifat mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang. Dalam kasih
sayang
sadar atau
tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut untuk tangung jawab, pengorbanan,
kejujuruan,
saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, seingga kuduanya merupakan
kesatuan
yang bulat dan utuh. Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak
dalam masyarakat. Orang tua dalam
memberikan kasih sayang bermacam-macam demikian
pula sebaliknya.
Keluarga
merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak, oleh karena itu kedudukan
keluarga dalam pengembangan kepribadian anak sangatlah penting. Orang tua
adalah contoh atau model bagi anak, orang tua mempunyai
pengaruh yang sangat kuat bagi anak, hal ini dapat di lihat dari bagaimana
orang tua mewariskan cara berpikir kepada anak-anaknya. Orang tua juga merupakan mentor pertama bagi anak yang
menjalin hubungan dan
memberikan kasih sayang secara mendalam.
Ayah
dan ibu secara ideal sudah seharusnya dapat melaksanakan tanggung jawab sebagai
orang tua dalam menjaga dan mendidik anaknya. Keluarga mempunyai fungsi
tertentu, oleh sebab itu keluarga
mempunyai peranan yang besar dalam mempengaruhi 2
kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal
perkembanganya, selain ayah yang paling berperan sebagai pendidik anak-anak
adalah ibu. Arti seorang anak adalah karunia
dari Allah SWT yang dititipkan dan merupakan tanggung jawab sepenuhnya kedua orang
tua terutama ibu, memiliki tanggung jawab yang memberikan pendidikan dan kasih
sayang terhadap anaknya. Ibu merupakan figur yang memiliki peran penting dalam
perkembangan di usia dini. Apabila kasih sayang dan pendidikan Ibu tidak
diberikan merata akan berdampak buruk terhadap anak dapat mempengaruhi emosinya.
2.2 Pemberian Kasih Sayang
Dari cara pemberian
kasih sayang dapat dibedakan :
1) Orang tua aktif, si anak pasif
Dalam hal ini
orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik dalam moral
materil dengan sebanyak-sebanyaknya, dan si anak menerima
saja tanpa memberikan respon
2) Orang tua pasif, si anak aktif
2) Orang tua pasif, si anak aktif
Dalam hal ini
si anak memberikan kasih sayang yang berlebihan kepada orangtuanya,
kasih sayang ini diberikan secara
sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak
tidak memberikan perhatian apapun.
3) Orang tua pasif, si anak pasif
3) Orang tua pasif, si anak pasif
Disini jelas
bahwa masing-masing membawa hidupnya sendiri-sendiri, tanpa saling
memperhatikan.
Kehiduan keluarga sangat dingin tidak ada kasih sayang masing-masing
membawa caranya
sendiri, tidak ada tegur sapa bila tidak perlu dan orang tua hanya
memberikan materi saja.
4) Orang tua aktif, si anak aktif
4) Orang tua aktif, si anak aktif
Dalam hal ini
orangtua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-
banyaknya. Sehingga hubungan antara orangtua dan anak sangat
baik dan harmonis, kasih
sayang ini sangat nampak sekali dan membuat suasana dalam
keluarga menjadi terasa
nyaman, tentram, terasa kehidupan dan terjalin komunikasi
yang baik antara si anak dan
orang tua.
Setiap
orangtua pasti menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi anak yang
baik
atau mengerti kesulitan orang lain. Untuk memiliki anak dengan sifat tersebut,
ternyata
membutuhkan
waktu dan pendidikan dari orangtua. Tidak mudah memang mengajarkan anak
mengerti
pentingnya berbagi terhadap sesama, kecuali dengan pelatihan dan pendidikan
yang
dilakukan
terus-menerus di rumah dan lingkungan terdekat.
Langkah awal yang harus ditanamkan orangtua adalah memberikan pengertian
Langkah awal yang harus ditanamkan orangtua adalah memberikan pengertian
tentang
dasar dari kasih sayang. Seperti menggambarkan kepada mereka bahwa kasih sayang
itu
adalah rasa peduli terhadap sesama.
Dapat Dilatih
Sikap sayang sesama dapat dilatih kepada anak dengan cara, misalnya, memberi tahu anak
Dapat Dilatih
Sikap sayang sesama dapat dilatih kepada anak dengan cara, misalnya, memberi tahu anak
bagaimana
harus bersikap saat berteman. Mereka juga harus diajarkan untuk mengutarakan
perasaan
dengan kata-kata. Bagi anak, hal itu sangat penting karena saat anak-anak
segala
sesuatu
ingin diketahui.
Langkah lain yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan penguatan positif pada
Langkah lain yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan penguatan positif pada
perilaku
sayang. Kebanyakan orangtua hanya memerhatikan anak ketika melakukan
hal
baik dan tidak baik. Anak berperilaku tidak baik karena anak merindukan
perhatian.
Orang
tua menyatakan penghargaan dan sayang anda saat anak berperilaku sayang,
maka
dia akan lebih sering menunjukkan perilaku sayang.
Ini bertujuan untuk melatih anak agar lebih positif dalam bertindak dan bersikap.
Ini bertujuan untuk melatih anak agar lebih positif dalam bertindak dan bersikap.
Kasih
sayang yang diajarkan kepada mereka, anak-anak akan mengerti kesulitan orang
lain.
Hal
lain yang harus diajarkan orangtua kepada anak,
adalah mengajarkan mereka untuk
menolak
perilaku yang bertentangan dengan kasih sayang. Anak-anak perlu belajar apa
yang
dapat
atau tidak diterima untuk mencapai keinginannya. Untuk mendapatkan
keinginannya
seorang anak menyakiti atau merugikan orang lain, hal ini bertentangan dengan
kasih
sayang. Orangtua perlu menjelaskan menyakiti orang lain adalah cara yang salah.
Dengan
Memberi
Langkah-langkah awal yang harus ditanamkan orangtua untuk menanamkan dan
Langkah-langkah awal yang harus ditanamkan orangtua untuk menanamkan dan
membangun
munculnya rasa sayang terhadap sesama, adalah dimulai
dengan
memberikan kasih sayang yang cukup pada anak.
Membuat anak merasa disayangi merupakan salah satu cara terbaik bagi orangtua dalam
Membuat anak merasa disayangi merupakan salah satu cara terbaik bagi orangtua dalam
membangun
munculnya rasa menyayangi orang lain. Anak yang disayang orangtuanya
cenderung
akan menyayangi anak lain. Sebaliknya, anak yang ditolak akan bersikap agresif,
kurang
mempunyai rasa sayang.
Anak akan merasa dicintai jika melihat orangtua, guru, atau pendidik lainnya
Anak akan merasa dicintai jika melihat orangtua, guru, atau pendidik lainnya
merasa
senang atas kehadirannya. Ketika dia masuk dalam ruangan disambut
dengan
senyum bahkan anak akan merasa dicintai kalau kita peka terhadap kebutuhannya.
Seorang
anak akan tahu bahwa dia dicintai jika kesuksesannya membuat kita bersuka dan
kegagalannya
membuat kita berduka.
Rasa sayang yang berlimpah dari orangtua secara otomatis membuat anak memahami
Rasa sayang yang berlimpah dari orangtua secara otomatis membuat anak memahami
soal
rasa itu. Anak juga merasakan bagaimana nyamannya disayangi dan menyayangi.
Jauhi
sikap kekerasan dalam keluarga, karena ini juga berdampak terhadap sikap anak
nantinya.
Kekerasan yang sering dilihatnya akan memengaruhinya dan mencontoh perbuatan
tersebut.
Alhasil, anak pun susah menyayangi sesama.
2.3
Bersikap Adil Dalam Memberikan Kasih Sayang
Salah satu masalah penting yang
perlu diperhatikan oleh orang tua adalah bersikap adil dalam menunjukkan kasih
sayang kepada anak-anak Kasih sayang terhadap anak memiliki beberapa manfaat,
di antaranya:
Kasih sayang akan mendatangkan kesenangan
dan kegembiraan. Semakin besar kasih sayang orang tua pada anak maka
kegembiraan pada anak akan semakin besar pula dan menjadikan hati anak semakin
peduli dan perhatian.
Anak belajar kasih sayang dari orang
tua kemudian anak akan menerapkan kasih sayang tersebut kepada orang lain. Anak
yang tidak merasakan kasih sayang akan mendapatkan pengaruh negatif pada tubuh
dan jiwanya serta akan bermasalah dalam mempelajari kasih sayang sehingga anak
tidak mampu mencintai dan menyayangi orang lain di masa yang akan datang.
Muncul rasa kepercayaan diri anak yang
memiliki kepercayaan diri mampu memecahkan persoalan sendiri dan tidak
mengharapkan bantuan dari orang lain. Motivasi dan tekad yang besar, anak akan
berusaha mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapinya.
Kasih sayang akan memotivasi
anak-anak untuk melakukan berbagai aktivitas dengan sukses. Di bidang
pendidikan, anak akan menjadi orang yang cerdas dan terampil serta secara fisik
anak akan tumbuh sehat.
Kasih sayang mampu menarik simpati
anak dengan demikian, anak akan mudah di didik dan diarahkan oleh orang tua.
Anak menyukai orang yang penyayang dan memahami keinginannya. Orang seperti
ini, anak dapat temukan pada pribadi kedua orang tua sehingga anak akan
menuruti perintah kedua orang tuanya
Orang tua dalam mencintai dan
menyayangi anak-anak tidak dibenarkan untuk bersikap pilih kasih karena akan
menyebabkan hilangnya kepercayaan anak-anak terhadap lingkungan keluarga
sehingga anak-anak menjadi tidak betah untuk tinggal di rumah. Hal ini juga
dapat menyebabkan hubungan antara orang tua dengan anak semakin jauh.
Salah satu
sikap orang tua yang sangat penting untuk selalu diterapkan adalah selalu
berlaku adil sebatas kemampampuan kepada anak-anaknya.
Hal ini dikarenakan
ketidakadilan sangat beasr pengaruh buruknya terhadap
pertumbuhan anak-anak.
Anak-anak diharapkan akan patuh kepada
orang tuanya yang selalu adil dan tidak pilih
kasih,
dan orang tua lebih mudah mengatur mereka karena mereka semua merasa
diperhatikan
dan disayang oleh orang tuanya. Berbeda dengan sikap tidak adil dan pilih
kasih,
maka akan menimbulkan kecurigaan pada hati sebagian anak-anak terhadap orang
tuanya
yang selalu memperhatikan salah satu anak kesayangannya dan mengabaikan yang
lain. Sebagai
anak manusia, kadang dihinggapi rasa iri dan dengki, sehingga
membuat
problem rumah tangga dan sedikit kesalahan orang tua yang terjadi akan menjadi
kesalahan
yang besar di mata sang anak yang merasa dirinya tidak diperhatikan oleh orang
tuanya,
kemudian dampak buruknya cepat atau lambat akan dirasakan oleh orang tua itu
sendiri.
Di antara
dampaknya, anak menjadi sulit diatur, wibawa orang tua hilang di mata
anaknya, dan pada akhirnya orang tua tidak bisa mendidik
dan menyampaikan nasehatnya
kepada anaknya, dikarenakan mereka telah curiga dan
berburuk sangka kepada orang tuanya.
Dampak Buruk Pilih Kasih Orang Tua Ttrhadap Anaknya
Sebagaimana
telah disebutkan, sikap pilih kasih orang tua kepada beberapa anaknya dampaknya
sangat buruk dan pasti akan dirasakan oleh orang tua itu sendiri, dan bahkan
akan membahayakan salah satu anak mereka yang dikasihi lebih dari yang lainnya.
Berkata Syaikh Abdul Ghani an-Nablisi
menjelaskan kepada kita tentang masalah ini, “Pilih kasih orang tua terhadap anaknya akan menimbulkan
permusuhan, kedengkian, dan kebencian
di antara sesama anak-anak itu sendiri, kemudian akibat selanjutnya akan
terjadilah pemutusan hubungan
keluarga disebabkan oleh sikap
pilih kasih orang tua mereka”.
Dampak lain yang tak kalah buruknya,
akan muncul dimasa mendatang generasi yang durhaka kepada orang tuanya dan
generasi yang selalu menimbulkan permusuhan dengan saudara-saudara mereka
sendiri.
Kasih
Sayang Yang Berlebihan
Sebagian ayah dan ibu karena saking sayangnya kepada anak-anak, mereka
tidak mau memperbaiki karakter buruk anak-anaknya sendiri. Mereka membiarkan
kenakalan anak-anaknya tanpa sedikit pun ditanggapi dengan sikap serius.
Orangtua seperti ini tidak ingin memberi peringatan kepada anak-anak karena
takut tersinggung. Semua orangtua harus mengekspresikan kasih sayang, tetapi
jangan sampai tidak mendidiknya.
Orangtua yang baik adalah yang bisa menempatkan kasih sayang dan
mendidik anak pada tempatnya yang tepat.
Semua orangtua sangat menyayangi anak-anak setulusnya, namun mereka juga
harus sadar dengan realita anak-anaknya. Orangtua harus waspada dengan perilaku
negatif anak-anak dan jangan mencampakkan perannya sebagai pendidik. Anak-anak
tidak boleh kehilangan kasih sayang orangtuanya tapi juga jangan dibiarkan
bebas begitu saja. Anak-anak harus menyadari bahwa karena kasih sayang orangtua
ingin mendidik anak-anaknya.
Kasih sayang orangtua memang penting tapi kalau terlalu berlebihan akan
mendatangkan akibat yang tidak diharapkan. Kasih sayang itu seperti air atau
makanan kalau diberikan dengan ukuran yang tepat dan dengan jumlah yang tepat
maka akan memberikan hasil yang maksimal, tapi kalau tidak demikian akan
berubah menjadi sesuatu yang tidak baik. Kasih sayang yang terlalu berlebihan
untuk anak-anak adalah pengkhianatan seorang ayah terhadap anaknya.
Anak-anak itu bukan mainan orangtua, tapi ia adalah manusia yang masih
kecil yang harus dididik untuk menyongsong masa depannya. Ayah dan ibu harus
sadar bahwa suatu hari mereka akan lepas dari mereka. Anak-anak juga tidak
selamanya anak-anak. Mereka akan tumbuh menjadi dewasa dan harus bergaul dalam
kehidupan sosial. Hidup adalah seni yang sangat sulit. Dalam kehidupan itu
seseorang akan mengalami hal-hal yang menyenangkan, menyedihkan, menyengsarakan
dan membahagiakan
Sebagai orangtua yang baik, mereka harus mempersiapkan sesuatu untuk
masa depan anak-anak mereka. Mereka harus dididik supaya menjadi manusia yang
tangguh di hari esok. Jangan membiarkan mereka menjadi anak-anak yang tidak
berdaya, lemah dan selalu mengiba-iba uluran tangan orang lain
Akibat buruk dari kasih sayang yang
berlebihan antara lain :
1. Lemahnya keyakinan dan ketawakalannya.
2. Anak menjadi seorang yang penakut,
yang tidak punya keberanian.
3. Membunuh daya kreatifitas dan memupus
kemampuan untuk mengadakan
pembaharuan.
4. Anak-anak yang selalu dimanjakan
biasanya akan banyak mengalami masalah dalam kehidupan rumah tangganya.
5. Anak-anak yang dibesarkan dalam asuhan
seperti itu akan menjadi anak yang sangat rentan dengan masalah, kehilangan
kepercayaan diri, tidak berani mengambil resiko, tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan
yang penting dan selalu mengharapkan uluran tangan orang lain.
6. Anak-anak itu tidak mau lagi
mengembangkan diri karena merasa cukup dengan apa yang diterimanya. Orangtuanya
telah memenuhi segala keinginannya, pujian dan segalanya menjadi gambaran semu
dirinya. Si anak jadi kehilangan realitas tentang dirinya. Ia merasa sudah
sempurna.
7. Anak-anak yang selalu dimanjakan dengan segala
kesenangan dan segala keinginannya selalu dipenuhi oleh orangtua mereka, kelak kalau sudah
besar akan tumbuh menjadi manusia yang sombong, suka memaksakan kehendak.
2.4 Mengekspresikan
Kasih Sayang
Kasih
sayang begitu penting karena ia memicu ketaatan dan kebersamaan. Antara kasih
sayang dan ketaatan memiliki ikatan kebersamaan. Hasil dari kasih sayang orang
tua ini akan membuat anak-anak tidak mudah mengabaikan tanggung jawab dan tugas
yang diamanahkan kepada mereka. Peran kasih sayang sangat penting dalam
pengembangan ruh dan keseimbangan jiwa anak-anak. Teguh atau tidaknya pendirian
dan kebaikan perilaku seorang anak bergantung besarnya kasih sayang yang
diterima selama masa pendidikan.
Manusia
secara alami membutuhkan kasih sayang. Hanya kasih sayang yang mampu mengubah
perilaku seseorang. Anak-anak, kalangan remaja hingga orang dewasa pun
sama-sama membutuhkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang merupakan hal yang
sangat penting dalam sistem pengajaran dan pendidikan anak-anak. Ketika seorang
anak melihat ikatan kasih sayang pada kedua orang tuanya, maka hal tersebut
dapat berpengaruh dalam menjauhkannya dari perbuatan tercela
Anak-anak dan remaja lebih membutuhkan kasih sayang dibandingkan orang
dewasa. Dalam dekapan kasih sayang, perasaan cinta dan kelembutan anak/remaja
dapat berkembang dengan baik dan akan berubah menjadi manusia yang ideal.
Seorang pendidik yang mengabaikan cinta dan kasih sayang, tidak akan mampu
membangun hubungan yang baik dengan peserta didiknya dan pendidik pasti gagal
dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan kepada peserta didik.
Metode
yang paling berpengaruh dan efektif dalam pendidikan adalah pendekatan kasih
sayang. Rasa cinta dan kasih sayang harus terlebih dahulu menjadi jaminan
ketenangan anak-anak di lingkungan keluarga sebelum berhadapan dengan berbagai
aturan dan keputusan yang dibuat oleh orang tua. Kebahagiaan dan ketenangan
jiwa anak-anak akan terpenuhi jika sebuah keluarga dapat menjadi pusat ekspresi
perasaan, kasih sayang, dan kecintaan.
Salah satu poin penting berkaitan dengan kasih sayang
orang tua terhadap anak adalah hendaknya orang tua tidak hanya puas dengan
memendam kasih sayang dalam batin karena kasih sayang hanya berpengaruh dalam
pendidikan jika ditampakkan secara lahiriah, supaya anak-anak sadar dan
mengetahuinya secara langsung.
Orang tua yang cerdas adalah orang
tua yang pandai mengekspresikan kasih sayangnya
secara tepat
kepada anak-anaknya sehingga bisa dirasakan langsung oleh mereka.
Anak
merasakan bahwa orang tuanya menyukainya, peduli akan nasibnya, mengarahkannya
pada
perkembangan dan penyempurnaan dan memperhatikan pendidikannya, maka anak
tersebut
akan mencintai dan mengidolakan kedua orang tuanya
2.5 Peran Kasih Sayang Dalam
Pendidikan
Seorang pendidik harus melakukan berbagai peran dalam menjalankan suatu
proses pendidikan, diantaranya:
1. Pendidik sebagai pembimbing, dengan kasih sayang
yang diberikan oleh pendidik, peserta didik akan mendapatkan bimbingan untuk
menjalani kehidupan yang sedang dialami sekarang maupun bekal kehidupan di masa
yang akan datang. Berbagai kasus tidak sedikit ditemukan akibat tidak
mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, pendidik ditempatkan sebagai tempat
bertanya, mengadu, meminta pendapat, berkeluh kesah, dan berlindung.
2. Pendidik sebagai pembentuk kepribadian,
tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri, bunuh diri atau kejahatan-kejahatan
lainnya bisa dilakukan oleh seorang peserta didik akibat kehilangan kasih
sayang dari orang tua atau siapa saja. Kata “siapa saja” mengindikasikan bahwa
di samping orang tua ada pihak lain yang dapat menjadi penyebab hancurnya
kepribadian seorang peserta didik. Pendidik yang baik akan memperhatikan hal
ini sebagai bagian dari perannya dalam menjalankan proses pendidikan.
3. Pendidik sebagai tempat perlindungan, akibat
tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua, banyak anak yang kabur dari
rumah. Tindakan ini, anak akan mencari perlindungan kepada siapa saja yang
dianggap dekat. Beruntung jika mereka mendapat tempat berlindung pada orang
yang berlatar belakang baik, tetapi jika sebaliknya maka akan berakibat merusak
masa depannya. Menyikapi kasus ini, jika seorang pendidik dapat memberikan
kasih sayang maka ada kecenderungan anak untuk mencari perlindungan kepadanya.
Pada kondisi ini, pendidik idealnya berlaku bijaksana, mendengarkan masalah
yang dihadapi anak, memberikan nasehat dan sebisa mungkin menyadarkan tindakan
yang dilakukan anak.
4. Pendidik sebagai figur teladan, dalam kehidupan
keluarga, orang tua pasti mencintai anak-anaknya. Tetapi kasih sayang saja
tidak cukup untuk memenuhi tuntutan psikologis anak-anak. Kasih sayang harus
terwujud melalui perilaku secara konkret. Kasih sayang yang terwujud melalui
perilaku secara psikologis akan dapat dirasakan oleh anak dan dapat menjadi
contoh atau tauladan. Seorang pendidik yang berperilaku ramah, hangat, dan
selalu tersenyum, tidak memperlihatkan muka kesal, merespon pembicaraan peserta
didik, dapat menumbuhkan kondisi psikologis yang menyenangkan bagi peserta
didik. Peserta didik tidak takut berbicara, dapat mencurahkan isi hatinya saat
menghadapi masalah dan peserta didik akan senang melibatkan diri dalam kegiatan
di sekolah. Perilaku peserta didik yang terbentuk ini pada dasarnya merupakan
hasil dari mencontoh atau mentauladani perilaku yang diperlihatkan
pendidik
5. Pendidik sebagai sumber pengetahuan, kasih sayang
orang tua sampai kapan pun harus tetap ada karena anak-anak sangat
membutuhkannya. Proses pendidikan yaitu adanya transformasi pengetahuan sikap
memberi dan melarang seharusnya dilakukan dengan hati-hati terhadap peserta
didik. Pengetahuan dapat merubah sikap dan perilaku peserta didik dapat berubah
positif apabila pengetahuan yang diterima peserta didik sesuai dengan masanya
dan sebaliknya apabila tidak sesuai maka akan membentuk perilaku peserta didik yang
negatif. Seorang pendidik harus memahami bahwa dalam mentransfer pengetahuan
harus didasari dengan kasih sayang.
Ada beberapa hal yang mungkin terjadi apabila pendidik tidak hati-hati
dalam mentransfer pengetahuan, diantaranya:
a. Dapat merusak jalinan kasih sayang di antara
pendidik dan peserta didik. Peserta didik akan mulai meragukan dan menganggap
bahwa pendidik tidak dapat mengajar dengan baik.
b. Peserta didik akan belajar pada sumber lain dan
apabila tidak dibimbing tidak menutup kemungkinan dapat menghasilkan perilaku
yang tidak diharapkan.
c. Kurangnya bimbingan dari pendidik akan
menumbuhkan perilaku yang tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan yang telah
dilakukan oleh peserta didik sendiri.
2.6 Studi Kasus
pernah ditulis Majalah Intisari edisi
ekstra pada September 2013. Anak yang mendapat hukuman fisik ketika dewasa
cenderung sering berpikir negatif dan agresif terhadap orang lain. Demikian
sedikit fakta dari tulisan tersebut. Selaras dengan hal itu, sebuah penelitian
terbaru menyatakan, anak-anak yang kekurangan kasih sayang orangtua berisiko
menderita gangguan emosi dan menderita masalah kesehatan.
Efek dari kurangnya kasih sayang
orangtua timbul di seluruh sistem tubuh anak.
"Jika mengalami cinta dari sosok
orangtua, anak lebih terlindungi dari risiko masalah
kesehatan daripada anak yang tidak memiliki orangtua yang
penuh kasih sayang di dalam hidup mereka," kata Judith E Carroll, peneliti
di CousinsCenterfor Psychoneuroimmunology, di UCLA. Para peneliti mempelajari
756 orang dewasa yang telah berpartisipasi dalam studi yang disebut Coronary
Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA). Peneliti menemukan bahwa
anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang rentan terhadap gangguan
kesehatan.
Peneliti melihat dari interaksi
antara anak dan orangtua, apakah mereka pernah
mengalami pelecehan atau sebaliknya, kasih sayang."Temuan kami menyoroti
sejauh mana pengalaman-pengalaman anak usia dini berhubungan dengan bukti risiko masalah kesehatan meningkat di
hampir semua sistem tubuh," kata Teresa Seeman, penulis senior di
penelitian.
Temuan ini menunjukkan bahwa
kehangatan dan kasih sayang orangtua melindungi anak dari stres dan gangguan kesehatan.
Dari contoh kasus
tersebut pengaruhnya terhadap anak dan sosialisasi lingkungannya
sangatlah bahaya. Kurangnya kasih sayang dari orang tua, anak
akan merasakan
seperti sendiri tidak ada yang perhatian dengannya. Anak
tersebut akan merasa stress
karena kurangnya perhatian dari orang tua. Anak yang kurang
kasih sayang dari orang tuanya
tidak akan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya,
karena tidak adanya
pengajaran dari orang tua untuk melakukan interaksi dengan
lingkungan sekitar anak
tersebut. Lebih buruknya lagi dampak yang sangat berbahaya
karena kurangnya pemberian
kasih sayang dari orang tua, anak akan merasakan sesuatu hal
yang baru atau yang belum
pernah ia coba misalnya, bergaul dengan lingkungan yang
salah, mencoba menggunakan
barang-barang haram seperti narkoba.
Hal ini bisa
terjadi pada anak karenanya kurang pengawasan dan pembelajaran dari
orang tua. Anak akan lebih mudah terjerumus ke dalam
pergaulan yang buruk yang bisa
merusak masa depannya. Di Indonesia hal seperti ini bukanlah
hal yang asing lagi di dengar
dalam pemberitaan. Sudah banyak sekali contohanak yang kurang
akan kasih sayang dari
orang tuuanya yang menyebabkan rusaknya sifat dari anak-anak
Indonesia.
BAB
3
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Manusia adalah makhluk yang selalu membutuhkan kasih sayang. Jika
seseorang ingin dicintai oleh orang lain maka harus menghidupkan perasaan kasih
sayang dalam dirinya. Kasih sayang memberikan pengaruh timbal balik dalam
hubungan antara pemberi dan penerima kasih sayang. Misalnya, jika seseorang
tidak mencintai atau memberi kasih sayang maka seseorang tersebut tidak akan
mampu mengarahkan dan membimbingnya. Kasih sayang memiliki peran penting dalam
lingkungan membangun hubungan interaksi yang harmonis antara sesama manusia
3.2
Penyelesaian Kasus Dengan Ilmu Budaya Dasar
Kasus seperti ini dapat di selesaikan dengan Ilmu Budaya Dasar dengan materi kasih
sayang. Kurangnya kasih sayang orang tua kepada anaknya, maka timbul hal hal yang
buruk dalam diri anak. Sifat emosi, rasa ego yang tinggi dan seringnya terganggu dalam
masalah kesehatan, inilah akibat dari kurangnya kasih sayang orang tua untuk anaknya.
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi
anak, oleh karena itu kedudukan keluarga dalam pengembangan kepribadian anak
sangatlah penting.
Orang tua adalah contoh atau bagi anak, orang tua mempunyai pengaruh yang sangat kuat bagi anak, hal
Orang tua adalah contoh atau bagi anak, orang tua mempunyai pengaruh yang sangat kuat bagi anak, hal
ini dapat dilihat dari bagaimana orang tua
mewariskan cara berpikir kepada anak-anaknya.
Orang tua dan anak
saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya sehingga
hubungan antara orang tua
dan anak sangat baik dan harmonis, kasih sayang ini sangat
nampak sekali dan
membuat suasana dalam keluarga menjadi terasa nyaman, tentram, terasa
kehidupan
dan terjalin komunikasi yang baik antara si anak dan orang tua. Cara awal
yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan pengertian dan pembelajaran tentang
dasar dari kasih sayang. Seperti menjelaskan kepada mereka bahwa kasih sayang
itu adalah rasa peduli terhadap sesama. Pemberian kasih sayang yang secara tulus
dari orang tua, dipastikan anak akan merasa nyaman dalam kehidupannya. Mereka akan
terhindar dari berbagai macam hal yang tidak diinginkan oleh orang tuanya seperti sifat
emosi yang tinggi dan terganggunya kesehatan si anak.
DAFTAR PUSTAKA
* palembang.tribunnews.com/2013/10/16/anak-yang-kurang-kasih-sayang-cenderung-sakit-sakitan
* balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=13&id=26130
* mahalenapsikologi.blog.unissula.ac.id/2012/01/13/pengaruh-kesalahan-orangtua-mendidik-anak- terhadap-perkembangan-perilaku-anak/
