Senin, 25 November 2013

Tugas ke2 Ilmu Budaya Dasar


MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR









NAMA : NOUFAL RAMADHAN
NPM : 36413503
KELAS : 1ID06



FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA




Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Apipudin S.Th.I.,MA.Hum





KATA PENGANTAR

       
         Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa saya penulis panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para umatnya yang insyaallah setia sampai akhir jaman. Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar. Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya telah berusaha untuk dapat memberikan serta mencapai hasil yang semaksimal mungkin dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya saya menghadapi berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.

         Oleh sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Apipudin selaku dosen pembimbing Ilmu Budaya Dasar. Saya yakin dengan makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pembaca karena makalah ini cukup baik dan lengkap. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.



Jakarta, 25 November 2013

                                                                                                     
                                                                                                                  Penulis






BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

           Semua orang tua sayang kepada anak-anaknya, mereka tidak mau anak-anaknya berkarakter buruk. Tetapi ada orang tua yang paling buruk yaitu yang berlebih-lebihan dalam memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. Sedangkan orang tua yang paling baik adalah yang bisa menempatkan kasih sayang dan mendidik anak pada tempatnya yang tepat. Bagi pendidik sikap dan perilaku orang tua dalam memberikan kasih sayang pada anak-anaknya tersebut idealnya dipahami sehingga sekolah menjadi rumah kedua yang dapat memberikan kasih sayang.
              Pemahaman pendidik terhadap konsep kasih sayang mendasari sikap pendidik dalam menjalankan proses pendidikan sehingga anak didik dapat belajar dengan suasana penuh kehangatan dan menyenangkan. Begitu juga dengan kewibawaan yang dipandang sebagai alat pendidikan yang penting bagi pendidik dimana lemahnya kewibawaan pendidik akan berdampak pada proses pendidikan.
              Secara psikologis anak-anak membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Orang tua sebagai pembimbing awal anak-anak harus memperhatikan apakah kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak, karena kasih sayang merupakan pilar dan fondasi dalam pendidikan. Ketika kasih sayang terpenuhi dengan baik maka akan terwujud ketenangan jiwa,
            Dalam proses pendidikan di sekolah, peran orang tua digantikan oleh pendidik. Pola hubungan mendidik perlu dilandasi oleh kasih sayang dari pendidik kepada peserta didik agar terjalin ikatan perasaan yang dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Semua orang tua sayang kepada anak-anaknya, mereka tidak mau anak-anaknya berkarakter buruk. Ada orang tua yang paling buruk yaitu yang berlebih-lebihan dalam memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya, sedangkan orang tua yang paling baik adalah yang bisa menempatkan kasih sayang dan mendidik anak pada tempatnya yang tepat. Bagi pendidik sikap dan perilaku orang tua dalam memberikan kasih sayang pada anak-anaknya tersebut idealnya dipahami sehingga sekolah menjadi rumah kedua yang dapat memberikan kasih sayang             
             
1.2 Rumusan Masalah

       Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Apa pengertian dari kasih sayang
2. Bagaimana cara pemberian kasih sayang
3. Bagaimana cara bersikap adil dalam memberikan kasih sayang
4. Bagaimana cara mengekspresikan kasih sayang
5. Bagaimana peran kasih sayang dalam pendidikan
6. Buatlah studi kasus dan penyelesaiannya dengan Ilmu Budaya dasar

1.3 Tujuan Penulisan

       Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah:
1. Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
2. Mengetahui pengertian kasih sayang
3. Mengetahui cara pemberian kasih sayang
4. Mengetahui cara bersikap adil dalam memberikan kasih sayang
5. Mengetahui cara mengekspresikan kasih sayang
6. Mengetahui peran kasih sayang dalam pendidikan
7. Membuat dan mengetahui contoh studi kasus dan penyelesaiannya dengan Ilmu Budaya Dasar

1.4 Sistematika Penulisan

        Makalah ini terdiri dari tiga bab, diawali bab I pendahuluan dan diakhiri dengan  bab III kesimpulan.

Bab I Pendahuluan meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan                   
penulisan,  dan sistematika penulisan.
            Bab II Pembahasan berisikan mengenai sikap kasih sayang
            Bab III Penutup merupakan bab terakhir berisikan kesimpulan.


















BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kasih Sayang
           Kasih sayang adalah pola hubungan yang unik diantara dua orang manusia atau lebih. Kasih sayang adalah kebutuhan asasi setiap orang. Anak-anak yang dibesarkan dalam limpahan kasih sayang, akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan kuat. Kasih sayang mempengaruhi kesehatan fisik. Anak-anak yang dibesarkan dalam limpahan kasih sayang orang tuanya, tubuhnya lebih sehat dari anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang.
            Kasih sayang juga akan menyelamatkan anak-anak dari sifat kerdil. Anak-anak yang kurang atau tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya akan tumbuh sebagai anak yang merasa terkucilkan. Anak tersebut akan membenci orang tua, orang lain dan kemungkinan besar akan menjadi anak-anak yang suka melakukan hal-hal yang berbahaya. Dalam proses pendidikan di sekolah yaitu peran orang tua digantikan oleh pendidik, pola hubungan mendidik perlu dilandasi oleh kasih sayang dari pendidik kepada peserta didik agar terjalin ikatan perasaan yang dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan
            Kasih sayang memiliki peranan yang penting dalam pengembangan ruh dan
keseimbangan jiwa anak-anak. Kondisi keluarga yang penuh dengan kasih sayang dapat
menimbulkan kelembutan sikap anak-anak. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga
yang penuh dengan kasih sayang dan perhatian akan memiliki kepribadian yang mulia,
senang mencintai orang lain dan berperilaku baik dalam masyarakat.
           Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada
seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan.
Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta, percintaan pria-wanita bila diakhiri
dengan perkawinan maka didalam berumah tangga keluarga itu bukan lagi bercinta-cintaan
tetapi sudah bersifat mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang. Dalam kasih sayang
sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut untuk tangung jawab, pengorbanan,
kejujuruan, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, seingga kuduanya merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh. Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak
dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayang bermacam-macam demikian
pula sebaliknya.
             Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak, oleh karena itu kedudukan keluarga dalam pengembangan kepribadian anak sangatlah penting. Orang tua
adalah contoh atau model bagi anak, orang tua mempunyai pengaruh yang sangat kuat bagi anak, hal ini dapat di lihat dari bagaimana orang tua mewariskan cara berpikir kepada anak-anaknya. Orang tua juga  merupakan mentor pertama bagi anak yang menjalin hubungan dan
memberikan kasih sayang secara mendalam.
              Ayah dan ibu secara ideal sudah seharusnya dapat melaksanakan tanggung jawab sebagai orang tua dalam menjaga dan mendidik anaknya. Keluarga mempunyai fungsi tertentu, oleh sebab itu  keluarga mempunyai peranan yang besar dalam mempengaruhi 2
kehidupan seorang anak, terutama pada tahap awal perkembanganya, selain ayah yang paling berperan sebagai pendidik anak-anak adalah ibu.  Arti seorang anak adalah karunia dari Allah SWT yang dititipkan dan merupakan tanggung jawab sepenuhnya kedua orang tua terutama ibu, memiliki tanggung jawab yang memberikan pendidikan dan kasih sayang terhadap anaknya. Ibu merupakan figur yang memiliki peran penting dalam perkembangan di usia dini. Apabila kasih sayang dan pendidikan Ibu tidak diberikan merata akan berdampak buruk terhadap anak dapat mempengaruhi emosinya.







2.2 Pemberian Kasih Sayang
Dari cara pemberian kasih sayang dapat dibedakan :

1) Orang tua aktif, si anak pasif

         Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik dalam moral

materil dengan sebanyak-sebanyaknya, dan si anak menerima saja tanpa memberikan respon

2) Orang tua pasif, si anak aktif

        Dalam hal ini si anak memberikan kasih sayang yang berlebihan kepada orangtuanya,

kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak
tidak memberikan perhatian apapun.

3) Orang tua pasif, si anak pasif
        Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya sendiri-sendiri, tanpa saling

memperhatikan. Kehiduan keluarga sangat dingin tidak ada kasih sayang masing-masing
membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa bila tidak perlu dan orang tua hanya
memberikan materi saja.

4) Orang tua aktif, si anak aktif


         Dalam hal ini orangtua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-

banyaknya. Sehingga hubungan antara orangtua dan anak sangat baik dan harmonis, kasih

sayang ini sangat nampak sekali dan membuat suasana dalam keluarga menjadi terasa

nyaman, tentram, terasa kehidupan dan terjalin komunikasi yang baik antara si anak dan

orang tua.
          
Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi anak yang
baik atau mengerti kesulitan orang lain. Untuk memiliki anak dengan sifat tersebut, ternyata
membutuhkan waktu dan pendidikan dari orangtua. Tidak mudah memang mengajarkan anak
mengerti pentingnya berbagi terhadap sesama, kecuali dengan pelatihan dan pendidikan yang
dilakukan terus-menerus di rumah dan lingkungan terdekat.

            Langkah awal yang harus ditanamkan orangtua adalah memberikan pengertian
tentang dasar dari kasih sayang. Seperti menggambarkan kepada mereka bahwa kasih sayang
itu adalah rasa peduli terhadap sesama.



Dapat Dilatih

     Sikap sayang sesama dapat dilatih kepada anak dengan cara, misalnya, memberi tahu anak
bagaimana harus bersikap saat berteman. Mereka juga harus diajarkan untuk mengutarakan
perasaan dengan kata-kata. Bagi anak, hal itu sangat penting karena saat anak-anak segala
sesuatu ingin diketahui.

      Langkah lain yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan penguatan positif pada
perilaku sayang. Kebanyakan orangtua hanya memerhatikan anak ketika melakukan
hal baik dan tidak baik. Anak berperilaku tidak baik karena anak merindukan perhatian.
Orang tua menyatakan penghargaan dan sayang anda saat anak berperilaku sayang,
maka dia akan lebih sering menunjukkan perilaku sayang.

      Ini bertujuan untuk melatih anak agar lebih positif dalam bertindak dan bersikap.  
Kasih sayang yang diajarkan kepada mereka, anak-anak akan mengerti kesulitan orang lain.
Hal lain yang harus diajarkan orangtua kepada anak,  adalah  mengajarkan mereka untuk
menolak perilaku yang bertentangan dengan kasih sayang. Anak-anak perlu belajar apa yang
dapat atau tidak diterima untuk mencapai keinginannya. Untuk mendapatkan
keinginannya seorang anak menyakiti atau merugikan orang lain, hal ini bertentangan dengan
kasih sayang. Orangtua perlu menjelaskan menyakiti orang lain adalah cara yang salah.




Dengan Memberi

     Langkah-langkah awal yang harus ditanamkan orangtua untuk menanamkan dan
membangun munculnya rasa sayang terhadap sesama, adalah dimulai
dengan memberikan kasih sayang yang cukup pada anak.

    Membuat anak merasa disayangi merupakan salah satu cara terbaik bagi orangtua dalam
membangun munculnya rasa menyayangi orang lain. Anak yang disayang orangtuanya
cenderung akan menyayangi anak lain. Sebaliknya, anak yang ditolak akan bersikap agresif,
kurang mempunyai rasa sayang.

       Anak akan merasa dicintai jika melihat orangtua, guru, atau pendidik lainnya
merasa senang atas kehadirannya. Ketika dia masuk dalam ruangan disambut
dengan senyum bahkan anak akan merasa dicintai kalau kita peka terhadap kebutuhannya.
Seorang anak akan tahu bahwa dia dicintai jika kesuksesannya membuat kita bersuka dan
kegagalannya membuat kita berduka.

        Rasa sayang yang berlimpah dari orangtua secara otomatis membuat anak memahami
soal rasa itu. Anak juga merasakan bagaimana nyamannya disayangi dan menyayangi.
Jauhi sikap kekerasan dalam keluarga, karena ini juga berdampak terhadap sikap anak
nantinya. Kekerasan yang sering dilihatnya akan memengaruhinya dan mencontoh perbuatan
tersebut. Alhasil, anak pun susah menyayangi sesama. 


2.3 Bersikap Adil Dalam Memberikan Kasih Sayang

           Salah satu masalah penting yang perlu diperhatikan oleh orang tua adalah bersikap adil dalam menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak Kasih sayang terhadap anak memiliki beberapa manfaat, di antaranya:
           Kasih sayang akan mendatangkan kesenangan dan kegembiraan. Semakin besar kasih sayang orang tua pada anak maka kegembiraan pada anak akan semakin besar pula dan menjadikan hati anak semakin peduli dan perhatian.
           Anak belajar kasih sayang dari orang tua kemudian anak akan menerapkan kasih sayang tersebut kepada orang lain. Anak yang tidak merasakan kasih sayang akan mendapatkan pengaruh negatif pada tubuh dan jiwanya serta akan bermasalah dalam mempelajari kasih sayang sehingga anak tidak mampu mencintai dan menyayangi orang lain di masa yang akan datang.
           Muncul rasa kepercayaan diri anak yang memiliki kepercayaan diri mampu memecahkan persoalan sendiri dan tidak mengharapkan bantuan dari orang lain. Motivasi dan tekad yang besar, anak akan berusaha mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapinya.
            Kasih sayang akan memotivasi anak-anak untuk melakukan berbagai aktivitas dengan sukses. Di bidang pendidikan, anak akan menjadi orang yang cerdas dan terampil serta secara fisik anak akan tumbuh sehat.
          Kasih sayang mampu menarik simpati anak dengan demikian, anak akan mudah di didik dan diarahkan oleh orang tua. Anak menyukai orang yang penyayang dan memahami keinginannya. Orang seperti ini, anak dapat temukan pada pribadi kedua orang tua sehingga anak akan menuruti perintah kedua orang tuanya 
Orang tua dalam mencintai dan menyayangi anak-anak tidak dibenarkan untuk bersikap pilih kasih karena akan menyebabkan hilangnya kepercayaan anak-anak terhadap lingkungan keluarga sehingga anak-anak menjadi tidak betah untuk tinggal di rumah. Hal ini juga dapat menyebabkan hubungan antara orang tua dengan anak semakin jauh.
       Salah satu sikap orang tua yang sangat penting untuk selalu diterapkan adalah selalu
berlaku adil sebatas kemampampuan kepada anak-anaknya. Hal ini dikarenakan
ketidakadilan sangat beasr pengaruh buruknya terhadap pertumbuhan anak-anak.
     Anak-anak diharapkan akan patuh kepada orang tuanya yang selalu adil dan tidak pilih

kasih, dan orang tua lebih mudah mengatur mereka karena mereka semua merasa

diperhatikan dan disayang oleh orang tuanya. Berbeda dengan sikap tidak adil dan pilih

kasih, maka akan menimbulkan kecurigaan pada hati sebagian anak-anak terhadap orang

tuanya yang selalu memperhatikan salah satu anak kesayangannya dan mengabaikan yang

lain. Sebagai anak manusia, kadang dihinggapi rasa iri dan dengki, sehingga

membuat problem rumah tangga dan sedikit kesalahan orang tua yang terjadi akan menjadi

kesalahan yang besar di mata sang anak yang merasa dirinya tidak diperhatikan oleh orang

tuanya, kemudian dampak buruknya cepat atau lambat akan dirasakan oleh orang tua itu

sendiri.

        Di antara dampaknya, anak menjadi sulit diatur, wibawa orang tua hilang di mata
anaknya, dan pada akhirnya orang tua tidak bisa mendidik dan menyampaikan nasehatnya
kepada anaknya, dikarenakan mereka telah curiga dan berburuk sangka kepada orang tuanya.
Dampak Buruk Pilih Kasih Orang Tua Ttrhadap Anaknya
      Sebagaimana telah disebutkan, sikap pilih kasih orang tua kepada beberapa anaknya dampaknya sangat buruk dan pasti akan dirasakan oleh orang tua itu sendiri, dan bahkan akan membahayakan salah satu anak mereka yang dikasihi lebih dari yang lainnya.
      Berkata Syaikh Abdul Ghani an-Nablisi menjelaskan kepada kita tentang masalah ini, Pilih kasih orang tua terhadap anaknya akan menimbulkan permusuhan, kedengkian, dan kebencian di antara sesama anak-anak itu sendiri, kemudian akibat selanjutnya akan terjadilah pemutusan hubungan keluarga disebabkan oleh sikap pilih kasih orang tua mereka”.
   
       Dampak lain yang tak kalah buruknya, akan muncul dimasa mendatang generasi yang durhaka kepada orang tuanya dan generasi yang selalu menimbulkan permusuhan dengan saudara-saudara mereka sendiri.

Kasih Sayang Yang Berlebihan
    Sebagian ayah dan ibu karena saking sayangnya kepada anak-anak, mereka tidak mau memperbaiki karakter buruk anak-anaknya sendiri. Mereka membiarkan kenakalan anak-anaknya tanpa sedikit pun ditanggapi dengan sikap serius. Orangtua seperti ini tidak ingin memberi peringatan kepada anak-anak karena takut tersinggung. Semua orangtua harus mengekspresikan kasih sayang, tetapi jangan sampai tidak mendidiknya.  Orangtua yang baik adalah yang bisa menempatkan kasih sayang dan mendidik anak pada tempatnya yang tepat.

     Semua orangtua sangat menyayangi anak-anak setulusnya, namun mereka juga harus sadar dengan realita anak-anaknya. Orangtua harus waspada dengan perilaku negatif anak-anak dan jangan mencampakkan perannya sebagai pendidik. Anak-anak tidak boleh kehilangan kasih sayang orangtuanya tapi juga jangan dibiarkan bebas begitu saja. Anak-anak harus menyadari bahwa karena kasih sayang orangtua ingin mendidik anak-anaknya.

     Kasih sayang orangtua memang penting tapi kalau terlalu berlebihan akan mendatangkan akibat yang tidak diharapkan. Kasih sayang itu seperti air atau makanan kalau diberikan dengan ukuran yang tepat dan dengan jumlah yang tepat maka akan memberikan hasil yang maksimal, tapi kalau tidak demikian akan berubah menjadi sesuatu yang tidak baik. Kasih sayang yang terlalu berlebihan untuk anak-anak adalah pengkhianatan seorang ayah terhadap anaknya.

      Anak-anak itu bukan mainan orangtua, tapi ia adalah manusia yang masih kecil yang harus dididik untuk menyongsong masa depannya. Ayah dan ibu harus sadar bahwa suatu hari mereka akan lepas dari mereka. Anak-anak juga tidak selamanya anak-anak. Mereka akan tumbuh menjadi dewasa dan harus bergaul dalam kehidupan sosial. Hidup adalah seni yang sangat sulit. Dalam kehidupan itu seseorang akan mengalami hal-hal yang menyenangkan, menyedihkan, menyengsarakan dan membahagiakan

     Sebagai orangtua yang baik, mereka harus mempersiapkan sesuatu untuk masa depan anak-anak mereka. Mereka harus dididik supaya menjadi manusia yang tangguh di hari esok. Jangan membiarkan mereka menjadi anak-anak yang tidak berdaya, lemah dan selalu mengiba-iba uluran tangan orang lain

Akibat buruk dari kasih sayang yang berlebihan antara lain :
1. Lemahnya keyakinan dan ketawakalannya.
2. Anak menjadi seorang yang penakut, yang tidak punya keberanian.
3. Membunuh daya kreatifitas dan memupus kemampuan untuk mengadakan         pembaharuan.
4. Anak-anak yang selalu dimanjakan biasanya akan banyak mengalami masalah dalam kehidupan rumah tangganya.
5. Anak-anak yang dibesarkan dalam asuhan seperti itu akan menjadi anak yang sangat rentan dengan masalah, kehilangan kepercayaan diri, tidak berani mengambil resiko, tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang penting dan selalu mengharapkan uluran tangan orang lain.
6. Anak-anak itu tidak mau lagi mengembangkan diri karena merasa cukup dengan apa yang diterimanya. Orangtuanya telah memenuhi segala keinginannya, pujian dan segalanya menjadi gambaran semu dirinya. Si anak jadi kehilangan realitas tentang dirinya. Ia merasa sudah sempurna.
7. Anak-anak yang selalu dimanjakan dengan segala kesenangan dan segala keinginannya selalu dipenuhi oleh orangtua mereka, kelak kalau sudah besar akan tumbuh menjadi manusia yang sombong, suka memaksakan kehendak.

2.4 Mengekspresikan Kasih Sayang

        Kasih sayang begitu penting karena ia memicu ketaatan dan kebersamaan. Antara kasih sayang dan ketaatan memiliki ikatan kebersamaan. Hasil dari kasih sayang orang tua ini akan membuat anak-anak tidak mudah mengabaikan tanggung jawab dan tugas yang diamanahkan kepada mereka. Peran kasih sayang sangat penting dalam pengembangan ruh dan keseimbangan jiwa anak-anak. Teguh atau tidaknya pendirian dan kebaikan perilaku seorang anak bergantung besarnya kasih sayang yang diterima selama masa pendidikan.
         Manusia secara alami membutuhkan kasih sayang. Hanya kasih sayang yang mampu mengubah perilaku seseorang. Anak-anak, kalangan remaja hingga orang dewasa pun sama-sama membutuhkan cinta dan kasih sayang. Kasih sayang merupakan hal yang sangat penting dalam sistem pengajaran dan pendidikan anak-anak. Ketika seorang anak melihat ikatan kasih sayang pada kedua orang tuanya, maka hal tersebut dapat berpengaruh dalam menjauhkannya dari perbuatan tercela
          Anak-anak dan remaja lebih membutuhkan kasih sayang dibandingkan orang dewasa. Dalam dekapan kasih sayang, perasaan cinta dan kelembutan anak/remaja dapat berkembang dengan baik dan akan berubah menjadi manusia yang ideal. Seorang pendidik yang mengabaikan cinta dan kasih sayang, tidak akan mampu membangun hubungan yang baik dengan peserta didiknya dan pendidik pasti gagal dalam menyampaikan pesan-pesan pendidikan kepada peserta didik.
          Metode yang paling berpengaruh dan efektif dalam pendidikan adalah pendekatan kasih sayang. Rasa cinta dan kasih sayang harus terlebih dahulu menjadi jaminan ketenangan anak-anak di lingkungan keluarga sebelum berhadapan dengan berbagai aturan dan keputusan yang dibuat oleh orang tua. Kebahagiaan dan ketenangan jiwa anak-anak akan terpenuhi jika sebuah keluarga dapat menjadi pusat ekspresi perasaan, kasih sayang, dan kecintaan.
Salah satu poin penting berkaitan dengan kasih sayang orang tua terhadap anak adalah hendaknya orang tua tidak hanya puas dengan memendam kasih sayang dalam batin karena kasih sayang hanya berpengaruh dalam pendidikan jika ditampakkan secara lahiriah, supaya anak-anak sadar dan mengetahuinya secara langsung.
          Orang tua yang cerdas adalah orang tua yang pandai mengekspresikan kasih sayangnya

secara tepat kepada anak-anaknya sehingga bisa dirasakan langsung oleh mereka.  

Anak merasakan bahwa orang tuanya menyukainya, peduli akan nasibnya, mengarahkannya

pada perkembangan dan penyempurnaan dan memperhatikan pendidikannya, maka anak

tersebut akan mencintai dan mengidolakan kedua orang tuanya


2.5 Peran Kasih Sayang Dalam Pendidikan


          Seorang pendidik harus melakukan berbagai peran dalam menjalankan suatu proses pendidikan, diantaranya:

1. Pendidik sebagai pembimbing, dengan kasih sayang yang diberikan oleh pendidik, peserta didik akan mendapatkan bimbingan untuk menjalani kehidupan yang sedang dialami sekarang maupun bekal kehidupan di masa yang akan datang. Berbagai kasus tidak sedikit ditemukan akibat tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, pendidik ditempatkan sebagai tempat bertanya, mengadu, meminta pendapat, berkeluh kesah, dan berlindung.

2. Pendidik sebagai pembentuk kepribadian, tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri, bunuh diri atau kejahatan-kejahatan lainnya bisa dilakukan oleh seorang peserta didik akibat kehilangan kasih sayang dari orang tua atau siapa saja. Kata “siapa saja” mengindikasikan bahwa di samping orang tua ada pihak lain yang dapat menjadi penyebab hancurnya kepribadian seorang peserta didik. Pendidik yang baik akan memperhatikan hal ini sebagai bagian dari perannya dalam menjalankan proses pendidikan.

3. Pendidik sebagai tempat perlindungan, akibat tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua, banyak anak yang kabur dari rumah. Tindakan ini, anak akan mencari perlindungan kepada siapa saja yang dianggap dekat. Beruntung jika mereka mendapat tempat berlindung pada orang yang berlatar belakang baik, tetapi jika sebaliknya maka akan berakibat merusak masa depannya. Menyikapi kasus ini, jika seorang pendidik dapat memberikan kasih sayang maka ada kecenderungan anak untuk mencari perlindungan kepadanya. Pada kondisi ini, pendidik idealnya berlaku bijaksana, mendengarkan masalah yang dihadapi anak, memberikan nasehat dan sebisa mungkin menyadarkan tindakan yang dilakukan anak.

4. Pendidik sebagai figur teladan, dalam kehidupan keluarga, orang tua pasti mencintai anak-anaknya. Tetapi kasih sayang saja tidak cukup untuk memenuhi tuntutan psikologis anak-anak. Kasih sayang harus terwujud melalui perilaku secara konkret. Kasih sayang yang terwujud melalui perilaku secara psikologis akan dapat dirasakan oleh anak dan dapat menjadi contoh atau tauladan. Seorang pendidik yang berperilaku ramah, hangat, dan selalu tersenyum, tidak memperlihatkan muka kesal, merespon pembicaraan peserta didik, dapat menumbuhkan kondisi psikologis yang menyenangkan bagi peserta didik. Peserta didik tidak takut berbicara, dapat mencurahkan isi hatinya saat menghadapi masalah dan peserta didik akan senang melibatkan diri dalam kegiatan di sekolah. Perilaku peserta didik yang terbentuk ini pada dasarnya merupakan hasil dari mencontoh atau mentauladani perilaku yang diperlihatkan pendidik 


5. Pendidik sebagai sumber pengetahuan, kasih sayang orang tua sampai kapan pun harus tetap ada karena anak-anak sangat membutuhkannya. Proses pendidikan yaitu adanya transformasi pengetahuan sikap memberi dan melarang seharusnya dilakukan dengan hati-hati terhadap peserta didik. Pengetahuan dapat merubah sikap dan perilaku peserta didik dapat berubah positif apabila pengetahuan yang diterima peserta didik sesuai dengan masanya dan sebaliknya apabila tidak sesuai maka akan membentuk perilaku peserta didik yang negatif. Seorang pendidik harus memahami bahwa dalam mentransfer pengetahuan harus didasari dengan kasih sayang.

            Ada beberapa hal yang mungkin terjadi apabila pendidik tidak hati-hati dalam mentransfer pengetahuan, diantaranya:
a. Dapat merusak jalinan kasih sayang di antara pendidik dan peserta didik. Peserta didik akan mulai meragukan dan menganggap bahwa pendidik tidak dapat mengajar dengan baik.

b. Peserta didik akan belajar pada sumber lain dan apabila tidak dibimbing tidak menutup kemungkinan dapat menghasilkan perilaku yang tidak diharapkan.

c. Kurangnya bimbingan dari pendidik akan menumbuhkan perilaku yang tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan yang telah dilakukan oleh peserta didik sendiri.

2.6 Studi Kasus
      Kedisiplinan anak tidak lahir dari kekerasan". Begitulah bunyi judul sebuah tulisan yang
pernah ditulis Majalah Intisari edisi ekstra pada September 2013. Anak yang mendapat hukuman fisik ketika dewasa cenderung sering berpikir negatif dan agresif terhadap orang lain. Demikian sedikit fakta dari tulisan tersebut. Selaras dengan hal itu, sebuah penelitian terbaru menyatakan, anak-anak yang kekurangan kasih sayang orangtua berisiko menderita gangguan emosi dan menderita masalah kesehatan.

         Efek dari kurangnya kasih sayang orangtua timbul di seluruh sistem tubuh anak.
"Jika mengalami cinta dari sosok orangtua, anak lebih terlindungi dari risiko masalah kesehatan daripada anak yang tidak memiliki orangtua yang penuh kasih sayang di dalam hidup mereka," kata Judith E Carroll, peneliti di CousinsCenterfor Psychoneuroimmunology, di UCLA. Para peneliti mempelajari 756 orang dewasa yang telah berpartisipasi dalam studi yang disebut Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA). Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang kurang mendapatkan kasih sayang rentan terhadap gangguan kesehatan.

             Peneliti melihat dari interaksi antara anak dan orangtua, apakah mereka pernah mengalami pelecehan atau sebaliknya, kasih sayang."Temuan kami menyoroti sejauh mana pengalaman-pengalaman anak usia dini berhubungan dengan bukti risiko masalah kesehatan meningkat di hampir semua sistem tubuh," kata Teresa Seeman, penulis senior di penelitian.
Temuan ini menunjukkan bahwa kehangatan dan kasih sayang orangtua melindungi anak dari stres dan gangguan kesehatan.
     

    Dari contoh kasus tersebut pengaruhnya terhadap anak dan sosialisasi lingkungannya 
sangatlah bahaya. Kurangnya kasih sayang dari orang tua, anak akan merasakan
seperti sendiri tidak ada yang perhatian dengannya. Anak tersebut akan merasa stress
karena kurangnya perhatian dari orang tua. Anak yang kurang kasih sayang dari orang tuanya
tidak akan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, karena tidak adanya
pengajaran dari orang tua untuk melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar anak
tersebut. Lebih buruknya lagi dampak yang sangat berbahaya karena kurangnya pemberian
kasih sayang dari orang tua, anak akan merasakan sesuatu hal yang baru atau yang belum
pernah ia coba misalnya, bergaul dengan lingkungan yang salah, mencoba menggunakan
barang-barang haram seperti narkoba.
    
       Hal ini bisa terjadi pada anak karenanya kurang pengawasan dan pembelajaran dari
orang tua. Anak akan lebih mudah terjerumus ke dalam pergaulan yang buruk yang bisa
merusak masa depannya. Di Indonesia hal seperti ini bukanlah hal yang asing lagi di dengar
dalam pemberitaan. Sudah banyak sekali contohanak yang kurang akan kasih sayang dari
orang tuuanya yang menyebabkan rusaknya sifat dari anak-anak Indonesia.


    

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

         Manusia adalah makhluk yang selalu membutuhkan kasih sayang. Jika seseorang ingin dicintai oleh orang lain maka harus menghidupkan perasaan kasih sayang dalam dirinya. Kasih sayang memberikan pengaruh timbal balik dalam hubungan antara pemberi dan penerima kasih sayang. Misalnya, jika seseorang tidak mencintai atau memberi kasih sayang maka seseorang tersebut tidak akan mampu mengarahkan dan membimbingnya. Kasih sayang memiliki peran penting dalam lingkungan membangun hubungan interaksi yang harmonis antara sesama manusia

3.2 Penyelesaian Kasus Dengan Ilmu Budaya Dasar
        
         Kasus seperti ini dapat di selesaikan dengan Ilmu Budaya Dasar dengan materi kasih

sayang. Kurangnya kasih sayang orang tua kepada anaknya, maka timbul hal hal yang

buruk dalam diri anak. Sifat emosi, rasa ego yang tinggi dan seringnya terganggu dalam

masalah kesehatan, inilah akibat dari kurangnya kasih sayang orang tua untuk anaknya.
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak, oleh karena itu kedudukan keluarga dalam pengembangan kepribadian anak sangatlah penting. 
       Orang tua adalah contoh atau bagi anak, orang tua mempunyai pengaruh yang sangat kuat bagi anak, hal

ini dapat dilihat dari bagaimana orang tua mewariskan cara berpikir kepada anak-anaknya.

Orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya sehingga

hubungan antara orang tua dan anak sangat baik dan harmonis, kasih sayang ini sangat

nampak sekali dan membuat suasana dalam keluarga menjadi terasa nyaman, tentram, terasa

kehidupan dan terjalin komunikasi yang baik antara si anak dan orang tua. Cara awal

yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan pengertian dan pembelajaran tentang

dasar dari kasih sayang. Seperti menjelaskan kepada mereka bahwa kasih sayang

itu adalah rasa peduli terhadap sesama. Pemberian kasih sayang yang secara tulus

dari orang tua, dipastikan anak akan merasa nyaman dalam kehidupannya. Mereka akan

terhindar dari berbagai macam hal yang tidak diinginkan oleh orang tuanya seperti sifat

emosi yang tinggi dan terganggunya kesehatan si anak.



DAFTAR PUSTAKA

* palembang.tribunnews.com/2013/10/16/anak-yang-kurang-kasih-sayang-cenderung-sakit-sakitan
balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=13&id=26130
mahalenapsikologi.blog.unissula.ac.id/2012/01/13/pengaruh-kesalahan-orangtua-mendidik-anak-  terhadap-perkembangan-perilaku-anak/