Minggu, 06 November 2016

Bentuk-Bentuk Pemasaran

1.         Waralaba/ Franchsing
            Menurut definisi yang diberikan pada pasal 1 angka 1 Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2007, waralaba didefinisikan sebagai, “Hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba.” 
Menurut Charles L. Vauhn istilah Waralaba (franchise) dipahami sebagai bentuk kegiatan pemasaran dan distribusi yang didalamnya sebuah perusahaan memberikan hak atau priviledge untuk menjalankan bisnis secara tertentu dalam waktu dan tempat tertentu kepada individu atau perusahaan yang relatif lebih kecil.  Sedangkan Douglas J. Queen memberikan pengertian waralaba (franchise) sebagai suatu metode perluasan pemasaran dan bisnis. Pemegang franchise yang membeli suatu bisnis menarik manfaat dari kesadaran pelanggan akan nama dagang, sistem teruji dan pelayanan lain yang disediakan pemilik franchise.

Tipe-tipe Waralaba
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa tipe waralaba, yaitu:
  • Trade Name Franchising
Tipe ini franchise memperoleh hak untuk memproduksi, contohnya PT. Great River memiliki hak untuk memproduksi pakaian dalam Triumph dengan lisensi dari jerman.
  • Product Distribution Franchising
Di tipe ini, franchise memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu, misalnya soft drink, cosmetics.
  • Pure Franchising / Bisiness Format
Tipe ini franchise memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari trademark, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan teknik, pengendalian kualitas, dan lain-lain. Contohnya adalah restaurant, fash food, pendidikan, dan konsultan.

Keunggulan Waralaba
1.         Resiko Kegagalan Lebih Kecil
Ketika anda membeli atau bermitra dalam waralaba, tentu usaha tersebut telah terbukti kemapanan dan keberhasilannya. Dari berbagai data statistik, menunjukkan bahwa terwaralaba mempunyai kesempatan lebih besar untuk sukses daripada orang yang memulai bisnisnya sendiri (mandiri).
2.         Memperoleh Berbagai Bantuan Bisnis
Pada umumnya, bila anda membeli sebuah bisnis franchise, para franchisor akan memberi berbagai jenis bantuan untuk kemajuan bisnis anda, seperti peralatan, bahan baku, konsultasi, pelatihan dan juga promosi usaha. Franchisor yang baik akan selalu setia mendampingi usaha anda, karena semakin maju bisnis anda, maka mereka akan memperoleh banyak keuntungan.
3.         Kekuatan Daya Beli
Membeli barang dan bahan dalam jumlah besar tentu akan memperoleh harga lebih murah. Hal tersebutlah yang menjadi nilai positif dalam bisnis franchise.
4.         Popularitas Merek
Banyak waralaba nasional dan internasional yang telah dikenal masyarakat luas. Kepopuleran brand tersebut menjadikan mitra waralaba lebih mudah mendatangkan konsumen atau “built-in customers”.

Kelemahan Franchise
1.         Terkurung Dalam Konsep Franchisor
Kerugian utama membeli franchise adalah bahwa anda harus melakukannya dengan cara mereka, sehingga kreatifitas dan insting bisnis anda menjadi tidak berkembang.
2.         Biaya yang Mahal
Membeli atau ikut dalam bisnis waralaba memerlukan biaya yang lebih besar daripada anda melakukan usaha mandiri. Franchise fee, royalti, dan setoran persentase keuntungan kepada pihak pewaralaba adalah beberapa contoh biaya yang harus dikeluarkan oleh mitra waralaba.
3.         Memiliki Potensi Konflik
Bisnis waralaba merupakan bisnis dengan ikatan kerjasama. Ketika terjadi ketimpangan, sering menimbulkan konflik bisnis antara franchisor dan franchisee, sehingga menyebabkan terganggunya atau rusaknya jalinana kerjasama tersebut, sehingga semua pihak akan merasakan kerugian.

Terdapat contoh – contoh usaha yang sukses pada bentuk pemasaran waralaba diantaranya adalah KFC, A&W, Pizza Hut  di bidang makanan dan Indomaret di bidang mini outlet
                       

2.           Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
            Direct marketing atau pemasaran langsung adalah sebuah sistem pemasaran dimana pada system ini perusahaan berkomunikasi langsung dengan target konsumennya untuk  memperoleh respon atau transaksi. Respon ini dapat berupa penyelidikan, pembelian, atau bahkan pemilihan.
Sedangkan menurut Dictionary of Marketing Terms karangan Peter Bennet, direct marketing didefinisikan sebagai: Sekumpulan aktivitas dimana penjual, dalam mempengaruhi pertukaran antara barang dan jasa oleh pembeli, mengusahakan penjualan kepada target audiens menggunakan satu atau lebih media (direct selling, direct mail, telemarketing, direct-action advertising, catalogue selling, cable TV selling, dan lain-lain) yang bertujuan untuk mendapatkan respons melalui telepon, surat, ataupun kedatangan pembeli kepada penjual.
Direct marketing adalah aspek dari total marketing yaitu yang terdiri dari marketing research, segmentasi, evaluasi, dan lainnya. Direct marketing menggunakan seperangkat direct-response media seperti direct selling, direct mail, telemarketing, direct-action advertising, catalogue selling, cable TV selling, dan internet. Media-media ini adalah alat-alat yang digunakan oleh direct marketers dalam mengimplementasikan proses komunikasi.

Keunggulan Pemasaran Langsung
  • ·       Selective Reach: Dengan direct marketing para pengiklan dapat menyampaikan pesan komunikasi IMC kepada sejumlah besar orang dan sekaligus mengurangi non target audiens.
  • ·        Segmentation capabilities: pengiklan dapat membeli daftar/list berisi informasi mengenai produk-produk yang terakhir dibeli oleh konsumennya. Dari daftar ini, dapat diketahui segmentasi berdasarkan letak geografis, pekerjaan, dan demografi
  • ·        Frequency: Tergantung kepada media yang digunakan, pengiklan dapat mengatur level frekuensi jumlah iklan yang ingin disampaikan.
  • ·        Flexibility: Direct marketing dapat dilakukan melalui berbagai jenis bentuk media.
  • ·        Timing: Beberapa direct marketing membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk dilakukan.
Kelemahan Pemasaran Langsung
  • ·        Image factors: Terkadang media yang digunakan pada direct marketing tidak mencerminkan image dari perusahaan yang beriklan.
  • ·        Accuracy: Tingkat ketepatan daftar yang digunakan untuk menunjuk target market yang dituju terkadang terlalu rendah, karena daftar yang digunakan tidak sesuai dengan target market yang disasar oleh perusahaan.
  • ·        Content support: Isi yang dimuat di media yang digunakan untuk beriklan belum tentu sesuai dengan isi yang ingin kita disampaikan.
  • ·        Rising costs: Semakin lama harga-harga untuk iklan yang menggunakan media direct mail makin mahal, sehingga banyak yang beralih menggunakan media internet.
Contoh pemasaran langsung adalah pada saat pameran computer dan teknologi komunikasi beberapa saat yang lalu di Jakarta, Indosat menawarkan produknya yang berupa layanan internet wireless IM2 dengan cara mendirikan booth dan menyewa SPG untuk mempromosikan produknya tersebut

3.         Multi Level Marketing
            Menurut Peter J .Clathier (1994)  definisi atau pengertian Multi Level Marketing (MLM)  adalah suatu cara atau metode menjual barang secara langsung kepada  pelanggan melalui jaringan yang dikembangkan oleh para distributor  lepas yang memperkenalkan para distributor berikutnya  pendapatan dihasilkan terdiri dari laba eceran dan laba grosir  ditambah dengan pembayaran-pembayaran berdasarkan penjualan  total kelompok yang dibentuk oleh sebuah distributor.
 
           Menurut David Roller (1995) definisi atau pengertian Multi Level Marketing (MLM) adalah sistem melalui mana sebuah induk perusahaan  mendistribusikan barang atau jasanya. Lewat suatu jaringan orang - orang bisnis yang independen tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi  di seluruh dunia. Orang-orang bisnis atau para wiraswatawan ini  kemudian mensponsori orang-orang lain lagi, untuk membantu  mendistribusikan barang dan jasanya, proses orang membantu  orang ini bisa diteruskan lagi lewat satu atau beberapa tingkat  pemasukan .

Keunggulan Multi Level Marketing
  • ·        Proses Mudah dan Cepat
Jika Anda ingin bergabung ke dalam bisnis MLM ini, Anda tidak perlu membuang-buang banyak waktu. Anda tinggal membayar biaya pendaftaran (keanggotaan) yang nominalnya sudah ditentukan. Biaya itu juga berlaku seumur hidup, sehingga Anda hanya perlu bayar sekali saja.
  • ·        Produk Unik dan Langka
Jika Anda mengamati brosur produk yang ditawarkan MLM tertentu, sebagian besar produk itu tidak bisa ditemukan di tempat lain. Produk yang dijual memang benar-benar unik dan menarik. Sebagian besar produk MLM adalah obat herbal atau produk lain yang menunjang kesehatan.
  • ·        Mudah Menjalankan Bisnis
Sekali Anda bergabung dalam bisnis ini, Anda hanya tinggal mencari downline baru dengan melakukan presentasi. Setiap presentasi hanya butuh waktu sekian jam.

Kelemahan Multi Level Marketing
  • ·        Produk MLM Mahal
Pernahkah Anda membandingkan produk yang ditawarkan MLM tertentu dengan produk yang dijual bebas di pasaran. Harganya tentu berbeda jauh. Kebanyakan produk MLM dipatok dengan harga yang bisa menguras isi kantong Anda dengan cepat. Harga tersebut belum tentu sebanding dengan kualitas yang ditawarkan. Sebagian besar produk MLM adalah produk penunjang kesehatan.
  • ·        Downline Selalu Dimanfaatkan Upline
Jika Anda masih belum mempunyai downline dalam bisnis MLM, sudah pasti Anda hanya akan menderita tanpa mendapatkan keuntungan apapun. Upline bisa mendapatkan keuntungan dari downline. Dengan kata lain, upline memanfaatkan downline. Keuntungan yang didapatkan upline berasal dari downline.
  • ·        MLM Tidak Bertahan Lama
Berapa lama Anda bisa bertahan menjadi anggota MLM? Rata-rata, anggota MLM hanya mampu bertahan di bisnis ini selama 1-3 tahun. Mereka memutuskan diri untuk mundur karena bisnis ini dinilai sangat merugikan anggotanya.
  • ·        MLM Menguntungkan Sedikit Orang dan Merugikan Banyak Orang
Siapa yang paling dituntungkan dalam bisnis MLM? Tentu saja jawabannya adalah orang yang berada pada posisi puncak dalam piramida sistem bisnis jaringan ini. Dia bisa mengambil keuntungan dari downlinenya dengan leluasa. Sebaliknya, downline hanya akan terus diperas oleh upline. Downline hanya bisa mengubah nasibnya dengan mencari mangsa baru untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi.
            Ada banyak contoh jasa atau usaha yang sukses pada bentuk pemasaran multi level marketing di antaranya adalah oriflamme, tupperware, ecosway dan lain-lain.

Sumber :