1. Waralaba/
Franchsing
Menurut definisi yang diberikan pada pasal 1 angka 1
Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2007, waralaba didefinisikan sebagai, “Hak
khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem
bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang
telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak
lain berdasarkan perjanjian waralaba.”
Menurut Charles L. Vauhn istilah Waralaba (franchise) dipahami
sebagai bentuk kegiatan pemasaran dan distribusi yang didalamnya sebuah
perusahaan memberikan hak atau priviledge untuk menjalankan bisnis secara
tertentu dalam waktu dan tempat tertentu kepada individu atau perusahaan yang
relatif lebih kecil. Sedangkan Douglas J. Queen memberikan pengertian waralaba (franchise) sebagai
suatu metode perluasan pemasaran dan bisnis. Pemegang franchise yang membeli
suatu bisnis menarik manfaat dari kesadaran pelanggan akan nama dagang, sistem
teruji dan pelayanan lain yang disediakan pemilik franchise.
Tipe-tipe Waralaba
Dalam pelaksanaannya, terdapat
beberapa tipe waralaba, yaitu:
- Trade Name Franchising
Tipe ini franchise memperoleh hak untuk memproduksi, contohnya PT. Great
River memiliki hak untuk memproduksi pakaian dalam Triumph dengan lisensi dari
jerman.
- Product Distribution Franchising
Di tipe ini, franchise memperoleh hak untuk distribusi di wilayah tertentu,
misalnya soft drink, cosmetics.
- Pure Franchising / Bisiness Format
Tipe ini franchise memperoleh hak sepenuhnya, mulai dari trademark,
penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bantuan manajemen dan
teknik, pengendalian kualitas, dan lain-lain. Contohnya adalah restaurant, fash
food, pendidikan, dan konsultan.
Keunggulan Waralaba
1. Resiko Kegagalan Lebih Kecil
Ketika anda
membeli atau bermitra dalam waralaba, tentu usaha tersebut telah terbukti
kemapanan dan keberhasilannya. Dari berbagai data statistik, menunjukkan bahwa
terwaralaba mempunyai kesempatan lebih besar untuk sukses daripada orang yang
memulai bisnisnya sendiri (mandiri).
2. Memperoleh Berbagai Bantuan Bisnis
Pada
umumnya, bila anda membeli sebuah bisnis franchise, para franchisor akan
memberi berbagai jenis bantuan untuk kemajuan bisnis anda, seperti peralatan,
bahan baku, konsultasi, pelatihan dan juga promosi usaha. Franchisor yang baik
akan selalu setia mendampingi usaha anda, karena semakin maju bisnis anda, maka
mereka akan memperoleh banyak keuntungan.
3. Kekuatan Daya Beli
Membeli
barang dan bahan dalam jumlah besar tentu akan memperoleh harga lebih murah.
Hal tersebutlah yang menjadi nilai positif dalam bisnis franchise.
4. Popularitas
Merek
Banyak
waralaba nasional dan internasional yang telah dikenal masyarakat luas.
Kepopuleran brand tersebut menjadikan mitra waralaba lebih mudah mendatangkan
konsumen atau “built-in customers”.
Kelemahan
Franchise
1. Terkurung Dalam Konsep Franchisor
Kerugian utama membeli franchise adalah bahwa anda harus melakukannya
dengan cara mereka, sehingga kreatifitas dan insting bisnis anda menjadi tidak
berkembang.
2. Biaya yang Mahal
Membeli atau ikut dalam bisnis waralaba memerlukan biaya yang lebih besar
daripada anda melakukan usaha mandiri. Franchise fee, royalti, dan setoran
persentase keuntungan kepada pihak pewaralaba adalah beberapa contoh biaya yang
harus dikeluarkan oleh mitra waralaba.
3. Memiliki Potensi Konflik
Bisnis waralaba merupakan bisnis dengan ikatan kerjasama. Ketika terjadi
ketimpangan, sering menimbulkan konflik bisnis antara franchisor dan
franchisee, sehingga menyebabkan terganggunya atau rusaknya jalinana kerjasama
tersebut, sehingga semua pihak akan merasakan kerugian.
Terdapat contoh – contoh usaha yang sukses pada bentuk pemasaran waralaba
diantaranya adalah KFC, A&W, Pizza Hut di bidang makanan dan Indomaret di bidang mini outlet
2. Pemasaran
Langsung (Direct Marketing)
Direct marketing atau pemasaran langsung adalah sebuah
sistem pemasaran dimana pada system ini perusahaan berkomunikasi langsung
dengan target konsumennya untuk
memperoleh respon atau transaksi. Respon ini dapat berupa penyelidikan,
pembelian, atau bahkan pemilihan.
Sedangkan menurut Dictionary of Marketing Terms karangan Peter Bennet,
direct marketing didefinisikan sebagai: Sekumpulan aktivitas dimana penjual,
dalam mempengaruhi pertukaran antara barang dan jasa oleh pembeli, mengusahakan
penjualan kepada target audiens menggunakan satu atau lebih media (direct
selling, direct mail, telemarketing, direct-action advertising, catalogue
selling, cable TV selling, dan lain-lain) yang bertujuan untuk mendapatkan respons
melalui telepon, surat, ataupun kedatangan pembeli kepada penjual.
Direct marketing adalah aspek dari total marketing yaitu yang terdiri
dari marketing research, segmentasi, evaluasi, dan lainnya. Direct marketing
menggunakan seperangkat direct-response media seperti direct selling, direct
mail, telemarketing, direct-action advertising, catalogue selling, cable TV
selling, dan internet. Media-media ini adalah alat-alat yang digunakan oleh
direct marketers dalam mengimplementasikan proses komunikasi.
Keunggulan Pemasaran Langsung
- · Selective Reach: Dengan direct marketing para pengiklan dapat menyampaikan pesan komunikasi IMC kepada sejumlah besar orang dan sekaligus mengurangi non target audiens.
- · Segmentation capabilities: pengiklan dapat membeli daftar/list berisi informasi mengenai produk-produk yang terakhir dibeli oleh konsumennya. Dari daftar ini, dapat diketahui segmentasi berdasarkan letak geografis, pekerjaan, dan demografi
- · Frequency: Tergantung kepada media yang digunakan, pengiklan dapat mengatur level frekuensi jumlah iklan yang ingin disampaikan.
- · Flexibility: Direct marketing dapat dilakukan melalui berbagai jenis bentuk media.
- · Timing: Beberapa direct marketing membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk dilakukan.
Kelemahan
Pemasaran Langsung
- · Image factors: Terkadang media yang digunakan pada direct marketing tidak mencerminkan image dari perusahaan yang beriklan.
- · Accuracy: Tingkat ketepatan daftar yang digunakan untuk menunjuk target market yang dituju terkadang terlalu rendah, karena daftar yang digunakan tidak sesuai dengan target market yang disasar oleh perusahaan.
- · Content support: Isi yang dimuat di media yang digunakan untuk beriklan belum tentu sesuai dengan isi yang ingin kita disampaikan.
- · Rising costs: Semakin lama harga-harga untuk iklan yang menggunakan media direct mail makin mahal, sehingga banyak yang beralih menggunakan media internet.
Contoh pemasaran langsung adalah pada saat pameran
computer dan teknologi komunikasi beberapa saat yang lalu di Jakarta, Indosat
menawarkan produknya yang berupa layanan internet wireless IM2 dengan cara
mendirikan booth dan menyewa SPG untuk mempromosikan produknya tersebut
3. Multi Level Marketing
Menurut Peter J .Clathier (1994)
definisi atau pengertian Multi Level Marketing (MLM) adalah suatu cara atau
metode menjual barang secara langsung kepada pelanggan melalui jaringan
yang dikembangkan oleh para distributor lepas yang memperkenalkan para
distributor berikutnya pendapatan dihasilkan terdiri dari laba eceran dan
laba grosir ditambah dengan pembayaran-pembayaran berdasarkan
penjualan total kelompok yang dibentuk oleh sebuah distributor.
Menurut David Roller (1995) definisi atau pengertian Multi Level Marketing (MLM) adalah sistem melalui mana sebuah induk perusahaan mendistribusikan barang atau jasanya. Lewat suatu jaringan orang - orang bisnis yang independen tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi di seluruh dunia. Orang-orang bisnis atau para wiraswatawan ini kemudian mensponsori orang-orang lain lagi, untuk membantu mendistribusikan barang dan jasanya, proses orang membantu orang ini bisa diteruskan lagi lewat satu atau beberapa tingkat pemasukan .
Menurut David Roller (1995) definisi atau pengertian Multi Level Marketing (MLM) adalah sistem melalui mana sebuah induk perusahaan mendistribusikan barang atau jasanya. Lewat suatu jaringan orang - orang bisnis yang independen tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi di seluruh dunia. Orang-orang bisnis atau para wiraswatawan ini kemudian mensponsori orang-orang lain lagi, untuk membantu mendistribusikan barang dan jasanya, proses orang membantu orang ini bisa diteruskan lagi lewat satu atau beberapa tingkat pemasukan .
Keunggulan
Multi Level Marketing
- · Proses Mudah dan Cepat
- · Produk Unik dan Langka
- · Mudah Menjalankan Bisnis
Kelemahan
Multi Level Marketing
- · Produk MLM Mahal
- · Downline Selalu Dimanfaatkan Upline
- · MLM Tidak Bertahan Lama
- · MLM Menguntungkan Sedikit Orang dan Merugikan Banyak Orang
Ada
banyak contoh jasa atau usaha yang sukses pada bentuk pemasaran multi level
marketing di antaranya adalah oriflamme, tupperware, ecosway dan lain-lain.
Sumber :
http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-waralaba-menurut-para-ahli.html (Diakses pada tanggal 5 November 2016)
http://www.kerjausaha.com/2013/02/keuntungan-dan-kerugian-dalam-bisnis.html (Diakses pada tanggal 5 November 2016)
https://shinedian.wordpress.com/2009/03/07/direct-marketing-internet-interactive-media/ (Diakses pada tanggal 5 November 2016)
http://www.lepank.com/2012/08/pengertian-multi-level-marketing_25.html (Diakses pada tanggal 5 November 2016)
http://caradaninfo3.blogspot.co.id/2013/03/kelebihan-dan-kekurangan-bisnis-mlm.html (Diakses pada tanggal 5 November 2016)