Sabtu, 15 April 2017

Tugas 3 Etika Profesi

Sebutkan contoh dan beri penjelasan mengenai standar teknik (minimal 5) dan standar manajemen (minimal 5) yang relevan dengan teknik industri

Standar Teknik
1.        Japanese Industrial Standards
           JIS (Japanese industrial standars) adalah badan yang menentukan standarisasi  yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang . Proses standarisasi dikoordinasikan oleh Badan Komite Standar Industri Jepang dan dipublikasikan melalui Standards Association Jepang .Sejarah Dalam era Meiji , perusahaan swasta yang bertanggung jawab untuk membuat standar meskipun pemerintah Jepang memang memiliki standar dan dokumen spesifikasi untuk keperluan pengadaan untuk artikel tertentu, seperti amunisi. Semua itu diringkas untuk membentuk standar resmi ( JES ) pada tahun 1921. Selama Perang Dunia II, standar disederhanakan dan didirikan untuk meningkatkan produksi materiil . Standar Asosiasi Jepang didirikan setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II pada tahun 1945. Peraturan Komite Standar Industri Jepang yang diumumkan pada tahun 1946 , standar Jepang ( JES baru ) dibentuk . UU Standardisasi Industri diberlakukan pada tahun 1949 , yang membentuk landasan hukum untuk saat Japanese Industrial Standards ( JIS ).

2.         American Society of Mechanical Engineer
       ASME adalah salah satu yang tertua organisasi standar berkembang di Amerika . ASME memiliki sekitar 600 kode dan standar , mencakup banyak bidang teknis , seperti komponen boiler, lift, peralatan pengukuran aliran fluida dalam saluran tertutup, crane , alat-alat perkakas, alat pengencang, mesin-mesin perkakas dan lain sebagainya. Menurut ASME, Standar dapat didefinisikan sebagai seperangkat definisi teknis dan pedoman yang berfungsi sebagai instruksi untuk desainer, produsen, operator, atau pengguna peralatan. Sebuah standar menjadi Kode ketika telah diadopsi oleh satu atau lebih badan pemerintah dan dilaksanakan dengan dasar hukum, atau jika telah dimasukkan ke dalam suatu kontrak bisnis

3.         American Standard Testing and Material
     ASTM Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM Internasional yang berpusat di Amerika Serikat. ASTM merupakan singkatan dari American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri.

4.         Standar Nasional Indonesia
          Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia.SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis  dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional. Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu: Openess    (keterbukaan):    Terbuka    bagi    agar    semua    stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
Transparency (transparansi): Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI;
Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak): Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya  dan diperlakukan secara adil;
Effectiveness and relevance: Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
Coherence: Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional; dan
Development dimension (berdimensi pembangunan): Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

5.         American Petroleum Institute
           American Petroleum Institute ( API ) adalah asosiasi perdagangan terbesar AS untuk industri minyak dan gas bumi dalam bidang produksi, perbaikan, distribusi, dan banyak aspek lain dari industri perminyakan. API menerbitkan lebih dari 200.000 eksemplar publikasi setiap tahunnya. Publikasi standar teknis dilakukan untuk membantu pengguna meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya operasi mereka, memenuhi persyaratan legislatif dan peraturan, menjaga kesehatan, menjamin keselamatan pekerja, dan melindungi lingkungan. Setiap publikasi diawasi oleh sebuah komite dari profesional di bidang industri, sebagian besar insinyurnya berasal dari perusahaan anggota.

Standar Menajemen
1.         ISO 14001
            Berbeda dengan standar ISO 9001 yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu, maka ISO 14001 merupakan standar yang berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen lingkungan. Konsep yang dipakai dalam ISO 14001 pada prinsipnya sama dengan ISO 9001, yaitu perbaikan berkesinambungan hanya dalam ISO 14001 adalah dalam mengelola lingkungan. Perusahaan yang menerapkan ISO 14001 harus dapat melakukan identifikasi terhadap aspek dan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan atau operasi perusahaannya terhadap aspek lingkungan. Dalam hal ini bukan hanya pengelolaan terhadap limbah atau polusi, namun juga termasuk upaya-upaya kreatif untuk menghemat pemakaian energi, air dan bahan bakar.

2.         ISO 9001
            ISO 9001 merupakan sistem manajemen mutu dan merupakan persyaratan sistem manajemen yang paling populer di dunia. ISO 9001 telah mengalami beberapa kali revisi dan revisi yang paling akhir adalah ISO 9001:2008. Salah satu ciri penerapan ISO 9001 adalah diterapkannya pendekatan proses. Pendekatan proses ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu. Pendekatan ini mensyaratkan organisasi untuk melakukan identifikasi, penerapan, pengelolaan dan melakukan peningkatan berkesinambungan (continual improvement).

3.         ISO 22000
      Perusahaan makanan atau minuman dituntut untuk memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan pelanggannya, sehingga harus meningkatkan pengendalian kontrol internalnya terutama dalam proses produksi. ISO 22000 merupakan suatu standar yang berisi persyaratan sistem manajemen keamanan pangan. Standar ini fokus terhadap pengendalian dalam sistem dan proses produksi produk makanan dan minuman. Setiap jenis produk baik makanan atau minuman harus dibuatkan rencana proses dan pengendaliannya. Pada dasarnya ISO 22000 tidaklah berbeda jauh dengan ISO 9001, hal yang membedakan terdapat dalam klausul 7: perencanaan dan realisasi produk dan klausul 8: validasi, verifikasi dan perbaikan sistem.

4.         Total Quality Management
         TQM atau Total Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat." Filosofi dasar dari TQM adalah "sebagai efek dari kepuasan konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami kesuksesan."
Kendaraan yang digunakan dalam TQM Manajemen Harian, Manajemen Kebijakan, Manajemen Cross-functional, Gugus Kendali Mutu, Manajemen Keselamatan Kerja. TQM telah digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan, dan industri jasa, bahkan program-program luar angkasa dan ilmu pengetahuan NASA.

5.         ISO 50001
            ISO 50001 adalah sebuah standar untuk sistem manajemen energi. Standar tersebut bertujuan membantu organisasi dalam membangun sistem dan proses untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, dan konsumsi energi. Standar tersebut berlaku bagi semua jenis dan ukuran organisasi. ISO 50001 dirancang untuk membantu organisasi agar lebih baik dalam menggunakan aset energinya, untuk mengevaluasi dan memprioritaskan penggunaan teknologi hemat energi, serta untuk mendorong efisiensi pada seluruh rantai suplai. ISO 50001 juga dirancang agar dapat terintegrasi dengan standar manajemen lain, terutama ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu).

Carilah Kepanjangan dari kelembagaan standarisasi dalam perdagangan

1.         ISO/IEC
      ISO merupakan kepanjangan dari International Organization for Standarization dan IEC merupakan Kepanjangan dari International Electrotechnical Commission. ISO adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara. Dikarenakan singkatan dari masing-masing bahasa berbeda (IOS dalam bahasa Inggris dan OIN dalam bahasa Perancis) maka para pendirinya menggunakan singkatan ISO.

2.            BSN
       BSN merupakan kepanjangan dari Badan Standarisasi Nasional. Merupakan Lembaga pemerintah non-kementerian Indonesia dengan tugas pokok mengembangkan dan membina kegiatan standardisasi di negara Indonesia. Badan ini menggantikan fungsi dari Dewan Standardisasi Nasional (DSN). Dalam melaksanakan tugasnya Badan Standardisasi Nasional berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional. Badan ini menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang digunakan sebagai standar teknis di Indonesia.

3.         SNI
   SNI merupakan kepanjangan dari Standar Nasional Indonesia. Merupakan satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).


4.         ILAC/IAF
         ILAC merupakan kepanjangan dari International Laboratory Accreditation Cooperation dan IAF merupakan kepanjangan dari International Accreditation Federation. Kedua nya bertindak sebagai koordinator pengakuan akreditasi laboratorium.

5.        KAN
           KAN merupakan kepanjangan dari Komite Akrediatsi Nasional KAN adalah anggota aktif dari organisasi akreditasi kunci termasuk International Accreditation Forum (IAF), Pacific Accreditation Cooperation (PAC), Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC) dan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC).

6.      LPK
         LPK merupakan kepanjangan dari Lembaga Penilaian Kesesuaian yang melakukan pengawasan standar voluntari.

7.         LIPI
           Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (disingkat LIPI) merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Republik Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kementerian Negara Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (KMNRT).

8.       OIML
          OIML (Organisasi Internasional Metrologi Legal) merupakan organisasi antar pemerintah yang diciptakan pada tahun 1955 dan berbasis di Paris untuk mempromosikan harmonisasi global hokum metrology prosedur yang mendukung dan memfasilitasi perdagangan internasional.

9.         APLMF
            APLMF atau Asia-Pacific Legal Metrologi Forum merupakan kelompok yang berwenang atas metrologi legal, yang tujuannya adalah pengembangan metrologi legal dan promosi perdagangan bebas dan terbuka di kawasan melalui harmonisasi dan penghapusan hambatan teknis atau administratif untuk perdagangan di lapangan metrologi legal. Sebagai salah satu organisasi regional yang bekerja dalam hubungan dekat dengan OIML, APLMF mempromosikan komunikasi dan interaksi antara organisasi metrologi legal dan berusaha harmonisasi metrologi legal di kawasan Asia Pasifik.

10.      CIPM
           CIPM merupakan kepanjangan dari Comite International des Poids et Mesure yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang metrologi.

11.       KSNSU
      KSNSU (Komite Standar Nasional untuk Satuan Ukuran) mempunyai tugas memberikan pertimbangan dan saran kepada BSN mengenai standar nasional untuk satuan ukuran.Sesuai dengan tujuan utama standardisasi adalah melindungi produsen, konsumen, tenaga kerja dan masyarakat dari aspek keamanan, keselamatan, kesehatan serta pelestarian fungsi lingkungan, pengaturan standardisasi secara nasional ini dilakukan dalam rangka membangun sistem nasional yang mampu mendorong dan meningkatkan, menjamin mutu barang dan/atau jasa serta mampu memfasilitasi keberterimaan produk nasional dalam transaksi pasar global

12.      BIPM
           BIPM merupakan kepanjangan dari Bureau International des Poids et Mesures merupakan satu dari tiga organisasi standar yang dibentuk untuk memelihara sistem Internasional Satuan.

Sumber :