Sebutkan
contoh dan beri penjelasan mengenai standar teknik (minimal 5) dan standar
manajemen (minimal 5) yang relevan dengan teknik industri
Standar
Teknik
1. Japanese
Industrial Standards
JIS
(Japanese industrial standars) adalah badan yang menentukan standarisasi yang digunakan untuk kegiatan industri di
Jepang . Proses standarisasi dikoordinasikan oleh Badan Komite Standar Industri
Jepang dan dipublikasikan melalui Standards Association Jepang .Sejarah Dalam
era Meiji , perusahaan swasta yang bertanggung jawab untuk membuat standar
meskipun pemerintah Jepang memang memiliki standar dan dokumen spesifikasi
untuk keperluan pengadaan untuk artikel tertentu, seperti amunisi. Semua itu
diringkas untuk membentuk standar resmi ( JES ) pada tahun 1921. Selama Perang
Dunia II, standar disederhanakan dan didirikan untuk meningkatkan produksi
materiil . Standar Asosiasi Jepang didirikan setelah kekalahan Jepang dalam
Perang Dunia II pada tahun 1945. Peraturan Komite Standar Industri Jepang yang
diumumkan pada tahun 1946 , standar Jepang ( JES baru ) dibentuk . UU
Standardisasi Industri diberlakukan pada tahun 1949 , yang membentuk landasan
hukum untuk saat Japanese Industrial Standards ( JIS ).
2. American Society of Mechanical Engineer
ASME adalah
salah satu yang tertua organisasi standar berkembang di Amerika . ASME memiliki
sekitar 600 kode dan standar , mencakup banyak bidang teknis , seperti komponen
boiler, lift, peralatan pengukuran aliran fluida dalam saluran tertutup, crane
, alat-alat perkakas, alat pengencang, mesin-mesin perkakas dan lain
sebagainya. Menurut ASME, Standar dapat didefinisikan sebagai seperangkat
definisi teknis dan pedoman yang berfungsi sebagai instruksi untuk desainer,
produsen, operator, atau pengguna peralatan. Sebuah standar menjadi Kode ketika
telah diadopsi oleh satu atau lebih badan pemerintah dan dilaksanakan dengan
dasar hukum, atau jika telah dimasukkan ke dalam suatu kontrak bisnis
3.
American Standard Testing and
Material
ASTM
Internasional merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan
standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM
Internasional yang berpusat di Amerika Serikat. ASTM merupakan singkatan dari
American Society for Testing and Material, dibentuk pertama kali pada tahun
1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada
rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari
12.000 buah standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju
maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri.
4. Standar Nasional Indonesia
Standar Nasional
Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara
nasional di Indonesia.SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi
Nasional. Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder,
maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu: Openess (keterbukaan): Terbuka
bagi agar semua
stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan
SNI;
Transparency
(transparansi): Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat
mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke
tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan
dengan pengembangan SNI;
Consensus
and impartiality (konsensus dan tidak memihak): Tidak memihak dan konsensus
agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;
Effectiveness
and relevance: Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena
memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
Coherence:
Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar
negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar
perdagangan internasional; dan
Development
dimension (berdimensi pembangunan): Berdimensi pembangunan agar memperhatikan
kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing
perekonomian nasional.
5. American Petroleum Institute
American
Petroleum Institute ( API ) adalah asosiasi perdagangan terbesar AS untuk
industri minyak dan gas bumi dalam bidang produksi, perbaikan, distribusi, dan
banyak aspek lain dari industri perminyakan. API menerbitkan lebih dari 200.000
eksemplar publikasi setiap tahunnya. Publikasi standar teknis dilakukan untuk
membantu pengguna meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya operasi mereka,
memenuhi persyaratan legislatif dan peraturan, menjaga kesehatan, menjamin
keselamatan pekerja, dan melindungi lingkungan. Setiap publikasi diawasi oleh
sebuah komite dari profesional di bidang industri, sebagian besar insinyurnya
berasal dari perusahaan anggota.
Standar
Menajemen
1. ISO 14001
Berbeda dengan
standar ISO 9001 yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu, maka ISO 14001
merupakan standar yang berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen
lingkungan. Konsep yang dipakai dalam ISO 14001 pada prinsipnya sama dengan ISO
9001, yaitu perbaikan berkesinambungan hanya dalam ISO 14001 adalah dalam
mengelola lingkungan. Perusahaan yang menerapkan ISO 14001 harus dapat
melakukan identifikasi terhadap aspek dan dampak lingkungan yang diakibatkan
oleh kegiatan atau operasi perusahaannya terhadap aspek lingkungan. Dalam hal
ini bukan hanya pengelolaan terhadap limbah atau polusi, namun juga termasuk
upaya-upaya kreatif untuk menghemat pemakaian energi, air dan bahan bakar.
2. ISO 9001
ISO
9001 merupakan sistem manajemen mutu dan merupakan persyaratan sistem manajemen
yang paling populer di dunia. ISO 9001 telah mengalami beberapa kali revisi dan
revisi yang paling akhir adalah ISO 9001:2008. Salah satu ciri penerapan ISO
9001 adalah diterapkannya pendekatan proses. Pendekatan proses ini bertujuan untuk
meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu. Pendekatan ini mensyaratkan
organisasi untuk melakukan identifikasi, penerapan, pengelolaan dan melakukan
peningkatan berkesinambungan (continual improvement).
3. ISO 22000
Perusahaan
makanan atau minuman dituntut untuk memperhatikan aspek kesehatan dan
keselamatan pelanggannya, sehingga harus meningkatkan pengendalian kontrol
internalnya terutama dalam proses produksi. ISO 22000 merupakan suatu standar
yang berisi persyaratan sistem manajemen keamanan pangan. Standar ini fokus
terhadap pengendalian dalam sistem dan proses produksi produk makanan dan
minuman. Setiap jenis produk baik makanan atau minuman harus dibuatkan rencana
proses dan pengendaliannya. Pada dasarnya ISO 22000 tidaklah berbeda jauh
dengan ISO 9001, hal yang membedakan terdapat dalam klausul 7: perencanaan dan
realisasi produk dan klausul 8: validasi, verifikasi dan perbaikan sistem.
4. Total Quality Management
TQM
atau Total Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen kualitas total)
adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas
pada semua proses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah
"suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada
kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan
jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua
anggota dalam organisasi serta masyarakat." Filosofi dasar dari TQM adalah
"sebagai efek dari kepuasan konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami
kesuksesan."
Kendaraan
yang digunakan dalam TQM Manajemen Harian, Manajemen Kebijakan, Manajemen
Cross-functional, Gugus Kendali Mutu, Manajemen Keselamatan Kerja. TQM telah
digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan, dan industri
jasa, bahkan program-program luar angkasa dan ilmu pengetahuan NASA.
5. ISO 50001
ISO
50001 adalah sebuah standar untuk sistem manajemen energi. Standar tersebut
bertujuan membantu organisasi dalam membangun sistem dan proses untuk
meningkatkan kinerja, efisiensi, dan konsumsi energi. Standar tersebut berlaku
bagi semua jenis dan ukuran organisasi. ISO 50001 dirancang untuk membantu
organisasi agar lebih baik dalam menggunakan aset energinya, untuk mengevaluasi
dan memprioritaskan penggunaan teknologi hemat energi, serta untuk mendorong
efisiensi pada seluruh rantai suplai. ISO 50001 juga dirancang agar dapat
terintegrasi dengan standar manajemen lain, terutama ISO 14001 (Sistem Manajemen
Lingkungan) dan ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu).
Carilah
Kepanjangan dari kelembagaan standarisasi dalam perdagangan
1. ISO/IEC
ISO merupakan
kepanjangan dari International Organization for Standarization dan IEC
merupakan Kepanjangan dari International Electrotechnical Commission. ISO
adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari
badan standardisasi nasional setiap negara. Dikarenakan singkatan dari
masing-masing bahasa berbeda (IOS dalam bahasa Inggris dan OIN dalam bahasa
Perancis) maka para pendirinya menggunakan singkatan ISO.
2. BSN
BSN
merupakan kepanjangan dari Badan Standarisasi Nasional. Merupakan Lembaga
pemerintah non-kementerian Indonesia dengan tugas pokok mengembangkan dan
membina kegiatan standardisasi di negara Indonesia. Badan ini menggantikan
fungsi dari Dewan Standardisasi Nasional (DSN). Dalam melaksanakan tugasnya
Badan Standardisasi Nasional berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 102 Tahun
2000 tentang Standardisasi Nasional. Badan ini menetapkan Standar Nasional
Indonesia (SNI) yang digunakan sebagai standar teknis di Indonesia.
3. SNI
SNI
merupakan kepanjangan dari Standar Nasional Indonesia. Merupakan satu-satunya standar yang
berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan
oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).
4. ILAC/IAF
ILAC merupakan kepanjangan dari International Laboratory
Accreditation Cooperation dan IAF merupakan kepanjangan dari International
Accreditation Federation. Kedua nya bertindak sebagai koordinator pengakuan
akreditasi laboratorium.
5. KAN
KAN merupakan kepanjangan dari Komite Akrediatsi Nasional
KAN adalah anggota aktif dari organisasi akreditasi
kunci termasuk International Accreditation
Forum (IAF), Pacific Accreditation
Cooperation (PAC), Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC)
dan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC).
6. LPK
LPK merupakan kepanjangan dari Lembaga Penilaian
Kesesuaian yang melakukan pengawasan standar voluntari.
7. LIPI
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (disingkat LIPI)
merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Republik Indonesia yang
dikoordinasikan oleh Kementerian Negara Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
(KMNRT).
8. OIML
OIML (Organisasi Internasional Metrologi Legal) merupakan
organisasi antar pemerintah yang diciptakan pada tahun 1955 dan berbasis di
Paris untuk mempromosikan harmonisasi global hokum metrology prosedur yang
mendukung dan memfasilitasi perdagangan internasional.
9. APLMF
APLMF atau Asia-Pacific Legal Metrologi Forum merupakan
kelompok yang berwenang atas metrologi legal, yang tujuannya adalah
pengembangan metrologi legal dan promosi perdagangan bebas dan terbuka di kawasan
melalui harmonisasi dan penghapusan hambatan teknis atau administratif untuk
perdagangan di lapangan metrologi legal. Sebagai salah satu organisasi regional
yang bekerja dalam hubungan dekat dengan OIML, APLMF mempromosikan komunikasi
dan interaksi antara organisasi metrologi legal dan berusaha harmonisasi
metrologi legal di kawasan Asia Pasifik.
10. CIPM
CIPM merupakan kepanjangan dari Comite International des
Poids et Mesure yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang metrologi.
11. KSNSU
KSNSU (Komite Standar Nasional untuk Satuan Ukuran)
mempunyai tugas memberikan pertimbangan dan saran kepada BSN mengenai standar
nasional untuk satuan ukuran.Sesuai dengan tujuan utama standardisasi adalah
melindungi produsen, konsumen, tenaga kerja dan masyarakat dari aspek keamanan,
keselamatan, kesehatan serta pelestarian fungsi lingkungan, pengaturan
standardisasi secara nasional ini dilakukan dalam rangka membangun sistem
nasional yang mampu mendorong dan meningkatkan, menjamin mutu barang dan/atau
jasa serta mampu memfasilitasi keberterimaan produk nasional dalam transaksi
pasar global
12. BIPM
BIPM merupakan kepanjangan dari Bureau International des
Poids et Mesures merupakan satu dari tiga organisasi standar yang dibentuk
untuk memelihara sistem Internasional Satuan.
Sumber
: