Di dalam kehidupan masyarakat
pedesaan Indonesia memiliki sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar
kekeluargaan. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan memiliki mata
pencaharian sebagai petani. Pekerjaan-pekerjaan yang di luar pertanian
merupakan pekerjaan sambilan yang biasa mengisi waktu luang. Masyarakat
pedesaan di Indonesia bersifat homogen, seperti dalam hal mata pencaharian,
agama, adat istiadat, dan sebagainya. Selain itu, kehidupan masyarakat pedesaan
di Indonesia identik dengan dengan istilah gotong-royong yang merupakan kerja
sama untuk mencapai kepentingan-kepentingan mereka. Kerja bakti itu ada dua
macam, yaitu kerja sama untuk pekerjaan-pekerjaan yang timbul dari inisiatif warga
masyarakat itu sendiri, dan kerja sama untuk pekerjaan-pekerjaan yang timbulnya
tidak dari inisiatif warga itu sendiri. Kemudian di dalam kehidupan masyarakat
pedesaan di Indonesia juga terdapat beberapa gejala-gejala sosial yang sering
di istilahkan dengan konflik (pertengkaran), kontraversi (pertentangan),
kompetisi (persiapan), kegiatan pada masyarakat pedesaan, dan sistem nilai
budaya petani di Indonesia. Sistem nilai budaya petani Indonesia antara lain
para petani di Indonesia terutama di pulau jawa pada dasarnya menganggap bahwa
hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, dan kesesengsaraan.
Tetapi itu semua tidak berarti bahwa mereka harus menghindari hidup yang nyata
dan menghindarkan diri dengan bersembunyi di dalam kebatinan atau dengan
bertapa, bahkan sebaliknya wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas
berlaku prihatin dan kemudian sebaik-baiknya dengan penuh usaha dan ikhtiar.
Lalu, mereka juga beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan
kadang-kadang untuk mencapai kedudukannya.
Setiap melaksanakan kegiatan
lapangan di sengaja atau tidak kita selalu berhubungan dengan masyarakat baik
daerah itu pedesaan atau perkotaan secara langsung dan tak langsung mau tak mau
kita mesti harus berhubungan dengan masyarakat desa/kota.untuk itu kita harus
membenahi diri dengan pengetahuan tentang desa dan masyarakat secara praktis.
jika telah mempelajarinya tentang desa dan masyarakat nya tentu kita akan mudah
untuyk beradaptasi melaksanakan penyesuaian dalam kehidupan sosial mereka .
masyarakat desa atau unsur penyesuain terdiri dari unsur unsur yang berbeda
sehinga perlu di pelajari untuk mencapai suatu pola kehidupan yang serasi yang
menjadikan kita dapat di terima di masyarakat , tetapi semuanya tidak lepas
dari kepandaian atau kecerdasaan kemampuan sikap kejujuran kita sendiri
sehingga tujuan kita dapat tercapai dan tidak mendapatkan suatu hal yang
merugikan (membahayakan diri).
Ciri ciri sosial masyarakat desa
adalah sebagai berikut :
o hubungan warganya sangat erat
o sistem kehidupan kelompok berdasarkan sistem
kekeluargaan
o pada umumnya hidup dari hasil pertanian
o cara bertani belum mengenal mekanisme
pertanian
o golongan orang tua memegang peranan penting
karena itu sukar mengadakan perubahan perubahan yang nyata pada umumnya golongan tua di
golongkan pada tradisi yang kuat mereka ini di sebut pimpinan formal
o sistem pengendali sosial sangat kuat
sehingga perkembangan jiwa individu sangat sukar di kembangkan
o rasa persaudaraan yang sangat kuat sekali
anatara warganya saling mengenal dan saling menolong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar